RADARNTT, Kupang – Dalam rangka Dies Natalis Undana ke-62 tahun, Darma Wanita Persatuan (DWP) Undana Kupang-NTT melakukan Bakti Sosial (Baksos) di lingkungan Undana dan Panti Asuhan Syalom Belo, Jumat, (30/8/2024).
Ketua Panitia Baksos, Dr.Detji Nuban, SH.,M.Hum kepada media ini, Sabtu, (31/8/2024), menuturkan kegiatan Baksos yang dilaksanakan oleh Dharma Wanita Persatuan Universitas Nusa Cendana ini sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial terhadap masyarakat serta mempererat persaudaraan dan kebersamaan sebagai sesama makhluk sosial, tak hanya itu, kegiatan ini dalam rangka menyongsong Dies Natalis Undana yang Ke-62 tahun.
“DWP Undana menyadari jika semua manusia diberikan anugerah nafas hidup dan berkat dari Tuhan untuk senantiasa berupaya menjadi saluran berkat bagi orang lain, karena diantara berkat yang diterima, ada titipan berkat orang lain yang harus disalurkan,” tuturnya.
Dijelaskan, Detji Nuban, baksos ini mengusung tema “BERSAMA DWP UNDANA UNGGUL DAN BERDAMPAK” dan sesuai dengan tema Dies Natalis Undana ke-62 tahun “UNDANA BISA” hendak menyadarkan kepada semua bahwa sekecil apapun langkah positif yang DWP Undana lakukan, akan sangat berdampak bagi kehidupan orang lain.
“Karena itu, melalui kegiatan ini, bersama DWP ,Undana bisa berkontribusi membantu keluarga besar di Undana dan di lingkungan masyarakat sekitar, dengan begitu kita semua menjadi unggul dalam teladan dan berdampak dalam kasih persaudaraan,” jelas Detji Nuban.
Menurut Ketua DWP Undana Kupang, Hembang Pancasilawati Sanam, tujuan kegiatan tersebut adalah untuk berbagi berkat dan wujud kepedulian sosial, sesuai tagline DWP Undana yaitu DWP Undana Sahabat Kampus, peduli dan berdampak.
“Yang memiliki arti bahwa selain DWP Undana mempunyai dampak positif bagi sivitas akademika juga berdampak keluar bagi masyarakat luas,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan baksos dilaksanakan di tiga tempat yakni pertama, di lingkungan Undana dengan sasaran pegawai PNS Gol 2 dan pegawai honorer serta mahasiswa (Menwa) pada lingkungan Undana. Kedua, di panti asuhan Syalom Belo dan ketiga di kampung pemulung jalur 40 kelurahan Belo, kecamatan Maulafa.
“Kegiatan baksos ini terbagi dalam dua waktu yakni Jumat, 30 Agustus yang bertempat di lingkungan Undana dan panti asuhan Syalom serta nanti pada 7 September di kampung pemulung jalur 40 kelurahan Belo, dengan beragam kegiatan diantaranya pemeriksaan kesehatan gratis dari Dokter dan tenaga medis yang semuanya berasal dari Undana (Dosen dan pegawai Undana), juga ada edukasi bagi orang tua dan anak-anak tentang bahaya rabies dan topik edukasi lainnya”, jelas Hembang,
Lebih lanjut, dijelaskannya, DWP Undana memiliki salam motivasi yang menjadi ciri khas yakni Salam Pancasila, Peduli, Berdampak dan Bahagia , yang dilahirkan dari pemikiran Ketua DWP Undana, Hembang Murni Pancasilawati Sanam.
“Ucapan terima kasih kepada Rektor Undana, Pimpinan fakultas/lembaga, para dosen serta sponsor swasta yang telah menyumbang berkatnya sehingga kegiatan baksos dapat terlaksana,” kata Ketua DWP Undana.
Sedangkan, Rektor Undana Kupang, Prof. Dr. drh. Maxs Sanam, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada DWP Undana karena memiliki kepekaan sosial yang tinggi bagi sivitas akademika dan masyarakat luas. Keberadaan DWP Undana menopang visi dan misi Undana untuk selalu bisa berdampak bagi siapapun dan dimanapun, karena tema atau slogan Undana adalah Undana Berdampak.
Rektor Undana juga mengajak semua orang yang hadir untuk saling berbagi dan memberi berkat.
“Allah mengajarkan kita bahwa apa yang selalu kita beri, kita akan dipenuhi kembali, dan ini merupakan filosofi hidup bersama keluarga, tutur Prof. Maxs. Apa yang dilakukan saat ini oleh DWP Undana mengingatkan bahwa sebagai manusia haruslah berbagi,karena Undana tidak hanya memenuhkan dirinya sendiri tapi juga harus berbagi,karena itu tema Undana Berdampak harus benar-benar diwujudkan nyatakan,” tuturnya.
Lebih lanjut, Prof. Maxs mengutip pernyataan Eleanor Roosevelt bahwa “ketika anda berhenti memberikan kontribusi, Anda mulai mati”.
“Kita tidak mati secara fisik, tapi kita mati hati, mati kepedulian, dan mati dalam hubungan sosial kemanusiaan kita, ketika kita berhenti untuk berbagi berkat kepada orang lain. Bersama DWP Undana Unggul dan Berdampak, Bersama DWP Undana Bisa. Salam PBB (Peduli, Bahagia dan Berdampak), ujarnya. (AB/RN)






