Museum Nusa Tenggara Timur (NTT) menyimpan salah satu koleksi penting yang menjadi perhatian pengunjung, yakni fosil ikan paus biru remaja (Balaenoptera musculus) yang terdampar di Pantai Oeba, Kota Kupang, pada tahun 1972. Fosil tersebut merupakan bukti keberadaan mamalia laut terbesar di dunia yang pernah melintasi perairan NTT.
Paus biru remaja tersebut diketahui memiliki berat sekitar 80 ton dengan panjang tubuh mencapai kurang lebih 25 meter. Setelah peristiwa terdamparnya paus tersebut, kerangka tubuhnya kemudian diselamatkan dan diawetkan untuk kepentingan edukasi serta penelitian, hingga akhirnya disimpan dan dipamerkan di Museum NTT.
Koleksi fosil paus biru ini menjadi salah satu daya tarik utama museum karena ukurannya yang besar dan nilai ilmiah yang tinggi. Fosil tersebut memberikan gambaran kepada pengunjung mengenai keanekaragaman hayati laut serta peran penting perairan NTT sebagai jalur migrasi berbagai jenis mamalia laut.
Pihak Museum NTT menjelaskan bahwa keberadaan fosil paus biru ini tidak hanya berfungsi sebagai koleksi pameran, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum. Melalui koleksi ini, pengunjung diajak untuk memahami pentingnya menjaga ekosistem laut dan melestarikan satwa laut yang dilindungi.
Selain nilai edukatif, fosil paus biru remaja tersebut juga memiliki nilai historis karena mencatat peristiwa alam yang pernah terjadi di wilayah pesisir Kupang. Peristiwa terdamparnya paus biru pada tahun 1972 menjadi catatan penting dalam sejarah kelautan NTT.
Dengan menghadirkan koleksi fosil paus biru remaja, Museum NTT terus berupaya menjalankan fungsinya sebagai pusat pelestarian, pendidikan, dan informasi sejarah alam. Museum diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian laut sebagai bagian dari warisan alam yang tak ternilai.
Oleh: Angelina Charita Beke Watu
(Mahasiswa Universitas Katolik Widya Mandira Kupang)








