Siapakah Yesus Bagiku?

oleh -1259 Dilihat
banner 468x60

Kita tidak akan memiliki pengalaman akan KASIH YESUS, bila kita tidak setia berjumpa denganNya dalam Ekaristi, doa dan kontemplasi. Di dalam doa dan kontemplasi, kita bisa mengalami keakraban relasi dengan YESUS dan mengalami secara lebih dalam akan YESUS yang hadir dalam perjalanan hidup kita.

Pengenalan akan YESUS akan kita peroleh dalam dan melaluii DOA dan KONTEMPLASI bila relasi dengan YESUS ini selalu kita bina dan bangun setiap hari. Oleh karena itu, hidup beriman kita harus bergerak maju hari demi hari. Artinya, setiap hari kita diajak untuk semakin tenggelam dalam KASIH YESUS, sehingga kita sungguh mengalami secara pribadi kasih YESUS ini dalam setiap peristiwa hidup kita.

Pengakuan Petrus pada hari ini adalah buah dari relasi yang intim yang telah dirajutnya selepas ia berani meninggalkan segala-galanya dan mengikuti YESUS. tidak sekadar mengikuti YESUS, PETRUS sungguh mengalami sendiri setiap tapak jejak langkah sang Guru, sehingga yang kini ia ikuti bukanlah menurut apa kata orang, tetapi menurut kata hati, kata cinta yang mengalir dari pengalaman kasihnya dengan YESUS, “Engkaulah Mesias, Anak Allah yang hidup.”

Hampir semua orang sudah mengetahui bahwa YESUS adalah Anak Allah yang hidup. DIA adalah Mesias. Tapi, tidak semua orang yang sungguh hidup didalamNYA, menjadikan DIA sungguh hidup dalam setiap kata dan perbuatan kita. Kita mengaku dengan mulut bahwa DIA adalah ANAK ALLAH, tapi kita menyangkal DIA dengan perbuatan kita yang menghina DIA ketika kita menghina sesama, ketika kita tidak menghargai cinta kasih, ketika kita menabur benci dan dendam, ketika kita menolak penderitaan, ketika mengabaikan perbuatan kasih. Pada saat itu, kita pasti akan mendengarkan kembali kata-kata YESUS kepada Petrus di akhir kisah ini, “Enyahlah Iblis! Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau memikirkan bukan yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.”

Butuh keberanian untuk mengaku YESUS di depan umum. Butuh iman yang hidup, pengharapan yang teguh dan cinta yang selalu berkobar-kobar agar dapat mengatakan dengan pasti siapakah YESUS di dalam setiip peristiwa hidup kita. tentu, semuanya itu akan mungkin bila kita sendiri berada di dalam jejak kemuridan YESUS ini. kita tidak sekadar penonton dari kejauhan, yang ikut bersorak-sorai, tanpa tahu apa alasan kita bersorak-sorai. Kita bukanlah pengamat yang tahu mengamat-amati dan menilai, kalau yang benar kita puji, kalau ada yang salah, kita menjadi hakim yang pertama.

Kita harus terlibat dalam langkah sebagai seorang murid. Ini harus kita lakukan segera, karena dunia sekarang menbutuhkan aksi bukan sekadar kata indah tentang siapakah YESUS. Pengakuan Petrus harus menjadi pengakuan kita, yang kita nyatakan dalam perbuatan kita setiap hari. Orang lain akan membaca siapakah YESUS bagi kita dalam cara hidup kita setiap hari. Membaca cara hidup YESUS, kata dan perbuatanNya dala, cara hidup kita.

Marilah kita berdoa:
Allah Bapa yang Mahakudus, curahkanlah Roh KudusMu di dalam hidup kami, agar kami dapat mengakui Yesus PuteraMu sungguh Mesias, yang menyelamatkan kami bukan hanya dengan kata-kata melainkan nyata dalam perbuatan kami setiap hari. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami, Amin.

Kamis, 7 Agustus 2025
Hari Biasa, Pekan Biasa XVIII
Dasar biblis Mat.16:13-23

Oleh: RD. Riano Tagung, Pr
(Pastor Paroki Hati Maha Kudus Tuhan Yesus Pota)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.