Renungan Katolik
KEBAHAGIAAN kita di dunia ini adalah menjadi seorang yang sangat baik. Berusaha untuk melakukan kebaikan dengan penuh sukacita dan kasih sebab mengalir sebuah kesadaran bahwa kita berada di dunia ini adalah untuk melayani dan mengasihi Allah yang baik dan mengasihi sesama.
KETIKA jiwa tidak murni lagi, harapan dan kerinduan tidak lagi didasarkan pada KASIH ALLAH, maka kehidupan akan menjadi gelap dan kehilangan kasih di dalam hati. Hati pun menjadi sumber ketidakmurnian yang meracuni segala tindakan dan menghalang-halangi orang lain untuk datang dan bertemu dengan TUHAN. Di dalam pikiran mereka, tidak lagi memikirkan ALLAH, melainkan hanya memikirkan apa yang ada dunia ini. Oh, betapa semuanya itu akan membuat kita kehilangan kesempatan untuk memcicipi surga di bumi ini.
KISAH injil hari ini juga persis menggambarkan ketidakmurnian jiwa dan hati dari orang-orang Farisi, imam-imam kepala yang meragukan bahkan menolak kehadiran YESUS, sehingga menimbulkan pertentangan di antara mereka. Beberapa di antara merekapun mau menangkap YESUS. Saat jiwa dan hati kehilangan rasa KASIH kepada ALLAH, maka segala yang baik, yang kudus, yang suci, yang mulia akan terasa asing. Ada sebuah penolakan dan pertentangan yang terjadi. Hidup yang dirasa nyaman dan aman serasa diusik.
Pertanyaan seorang Farisi kepada Nikodemus, apakah engkau juga orang Galilea? menggugah kesadaran kita bahwa menjadi pengikut YESUS kerap mendatangkan pertentangan dan pertanyaan bagi mereka yang belum siap menerima YESUS dan SABDANYA dengan hati yang tulus dan penuh cinta.
Apakah engkau juga orang Galilea? Apakah engkau juga pengikut Yesus? Saat kita berani menyatakan bahwa kita adalah ‘orang Galilea”-Pengikut Yesus maka pada saat yang sama kita HARUS BERANI menerima risiko dari jawaban dan pilihan kita. Tapi, jangan takut dan cemas, bukankah setiap orang yang telah dipilih dan dipakai oleh ALLAH untuk menjadi alatNya maka KUASA ALLAH berkarya di dalam hidup kita sehingga KASIHNYA menjadi nyata melalui tugas dan pelayanan kita saat ini.
MARILAH kita mengasihi ALLAH dengan perbuatan dan panggilan hidup kita saat ini. Bukankah kita ini adalah pengikut YESUS, seorang yang dalam kegagapannya sedang belajar berbicara lancar MEWARTAKAN SABDA KASIH ALLAH, seorang yang dalam ketertatihannya sedang belajar berjalan mengikuti jejak SANG GURU yaitu YESUS KRITUS? Tidak selamanya perbuatan baik diterima oleh orang lain apalagi bila yang menerimanya tidak memiliki kasih akan ALLAH, maka segala usaha dan perbuatan baik kita pun akan nampak tidak baik dan menyesatkan.
Meski demikian, jangan pernah lelah untuk berbuat baik. Jangan pernah lelah untuk menjadi pengikut YESUS. Kalau kita sungguh berada di jalan TUHAN, membaktikan hidup dan pekerjaan kita kepada TUHAN, maka jangan pernah merasa terganggu dengan ‘apa kata orang’ tentang hidup dan pilihan hidup kita saat ini. Mari, kita pelihara harta yang terindah ini dalam IMAN serta KASIH KRISTUS YESUS.
TABE MOMANG
Dasar Biblis Yer. 11:18-20; Mzm. 7:2-3,9bc-10,11-12; Yoh. 7:40-53
Oleh: Reverendus Dominus [RD]. RIANO TAGUNG / Pastor Paroki Hati Maha Kudus Tuhan Yesus Pota








