Pergilah, Kamu Diutus!

oleh -127 Dilihat
An engraved illustration image of Jesus Christ's resurrection Ascension into Heaven, from a vintage Victorian book dated 1881 that is no longer in copyright
banner 468x60

Hari ini, gereja sejagat merayakan Hari Raya Kenaikan Tuhan Yesus. Setelah peristiwa Paskah, 40 hari lamanya Yesus menampakkan diri kepada para rasul-Nya, berbicara, makan bersama dan menerangkan isi kitab suci. Selama 40 hari itu, Yesus membekali para muridNya dengan pesan-pesan penting, yang menguatkan hati dan meneguhkan iman mereka.

Dari begitu banyak poin yang kita renungkan melalui bacaan-bacaan suci hari ini, saya mengajak pembaca untuk merenungkan tiga poin dari banyaknya poin yang ada.

Yang pertama, peristiwa Kenaikan Tuhan Yesus bukan sebuah perpisahan biasa dengan para murid-Nya, melainkan sebuah peristiwa pernyataan kemuliaan Yesus sebagai Putera Allah. Yesus meninggalkan bumi secara fisik, tetapi bukan secara roh. Yesus tidak benar-benar meninggalkan para murid-Nya. Disaksikan oleh para muridNya, Yesus naik ke Surga dan duduk di sebelah kanan Bapa. Perihal duduk di sebelah kanan Bapa, bukan soal posisi di kanan atau kiri, di samping atau di belakang, melaikan kesetaraan Yesus dengan Allah Bapa. Yesus adalah Putera Allah yang diutus Bapa ke dunia dan kembali ke surga untuk memerintah sebagai raja bersama Bapa dan Roh Kudus. Kerajaan Allah tidak berkesudahan, tak terbatas ruang dan waktu.

Yang kedua, peristiwa Kenaikan Tuhan Yesus adalah peristiwa perutusan. Dikatakan dengan jelas bahwa sebelum Yesus benar-benar naik ke surga, Ia memberikan tugas perutusan kepada para muridNya termasuk kepada kita sekalian. “Karena itu pergilah jadikanlah semua bangsa murid-Ku, dan baptislah mereka dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus. (Mat. 28:19). Perutusan Yesus bagi kita, tidak sekedar perintah biasa. Ini adalah kepercayaan penuh dari Yesus kepada kita. Kita diminta untuk bertanggungjawab, meneruskan karya pewartaan Kerajaan Allah yang telah dilakukan oleh Yesus sebelumnya. Atas semua tanya, bimbang dan ragu yang dirasakah oleh para muridNya, Yesus meneguhkan dengan satu kalimat penuh daya; “Aku akan menyertai kamu hingga akhir zaman”.

Yang ketiga, peristiwa Kenaikan Tuhan Yesus membuat langit terbuka dan mata para murid memandang ke atas. Kisah para rasul menggambarkan dengan jelas peristiwa kenaikan Tuhan bahwa setelah Yesus berbiacara dengan para muridNya, “terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka” (Kis.1:9). Para murid menatap langit sampai Yesus hilang dari pandangan mereka. Sebagai murid masa kini, di tengah kesibukan duniawi, hiruk pikuk dunia yang mengalihkan perhatian kita dari Allah, kita diminta untuk kembali melihat ke atas, memandang ke langit, fokus pada hal-hal surgawi. Hidup kita di dunia ini hanyalah sebuah peziarahaan yang akan menuju pada yang di atas. Oleh karena itu, adalah benar dan perlu bagi kita untuk memandang ke atas.

Mari kita rayakan pesta Kenaikan Tuhan ini dengan iman yang teguh, bahwa Yesus pergi mendahului kita menyiapkan tempat bagi kita. Ia tidak benar-benar meninggalkan kita sendirian. Ia menjanjikan Roh Kudus sebagai penolong dan pembimbing. Sebagai murid, utusan dan sahabat-Nya, kita diberi tugas untuk mewartakan kerajaan Allah kepada semua orang di mana saja kita berada. Tuhan tidak memerlukan orang-orang hebat untuk meneruskan karya keselamatan-Nya. Dalam ketidaksempurnaan kita, Tuhan menyapa dan mengutus kita. “Pergilah, kamu diutus”.

Renungan Hari Kamis, 14 Mei 2026

Oleh: Magdalena Hokor

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.