Dipilih menjadi Sahabat Yesus

oleh -213 Dilihat
created by InCollage
banner 468x60

ADA pepatah kuno yang mengatakan “satu sahabat sejati lebih berharga daripada seribu teman yang mementingkan diri sendiri”. Pepatah ini memiliki makna mendalam, bahwa relasi persahabatan tidak diukur dengan kuantitas melainkan kualitas. Apa gunanya memiliki seribu teman, jika waktu susahmu mereka meninggalkan kamu seorang diri? Semua orang bisa menjadi teman bagi siapa saja, tetapi hanya sedikit orang yang mau jadi sahabat.

Dalam amanat perpisahannya, Yesus menghendaki agar para murid-Nya saling mengasihi sebagai sahabat. Pesan Yesus ini sangat mulia, namun tidak mudah dilakukan. “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya bagi sahabat-sahabatnya” (Yoh. 15:13). Persahabatan versi Yesus adalah pemberian diri, pengorbanan bagi orang lain. Yesus menghendaki agar setiap murid-Nya bersedia untuk rela berkorban tanpa menuntut balasan.

Teladan pengorbanan telah ditunjukkan oleh Yesus sendiri. Dia rela mati bagi manusia. Yesus memberikan nyawa-Nya sebagai tebusan atas dosa manusia. Dan Ia menghendaki agar para murid-Nya pun harus rela memberi diri bagi orang lain. Pemberian diri adalah buah dari kasih yang dikehendaki Yesus. Kita akan disebut sahabat Yesus hanya jika kita melakukan apa yang dikehendaki-Nya. (bdk. Yoh. 15:14). Sungguh, hidup akan terasa indah jika kita saling mengasihi sebagai sahabat dan saudara.

Menjadi sahabat Yesus adalah sebuah anugerah luar biasa. Penggilan menjadi sahabat-Nya adalah inisiatif dari Yesus sendiri. “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Aku-lah yang memilih kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah”. (Yoh.15:) Semua kita yang percaya kepada-Nya, dipanggil untuk menjadi sahabat-Nya dan diutus untuk berbuah dalam kasih. Buah-buah kasih dalam relasi persahabatan diantaranya adalah memberi diri untuk sesama yang membutuhkan kehadiran kita, berbagi tanpa pamrih, berbuat baik dengan hati yang tulus ikhlas.

Tentunya, untuk menghasilkan buah-buah kasih, kita membutuhkan tuntunan Roh Kudus. Jika hidup kita dituntun oleh Roh Kudus, niscaya hidup kita pasti memancarkan kasih dan kebaikan di mata dunia. Teladan hidup dalam tuntunan Roh Kudus dapat kita temukan dalam persekutuan gereja perdana. Ketika kebersamaan sebagai suatu komunitas berbenturan dengan perbedaan dan perselisihan, jemaat perdana tetap utuh karena senantiasa mengikuti tuntunan Roh Kudus. “…adalah keputusan Roh Kudus dan keputusan kami”, demikian lahirnya keputusan dalam sidang di Yerusalem berkat karya Roh Kudus (Kis.15).

Roh Kudus memiliki peranan penting dalam kebersamaan kita. Roh Kuduslah yang akan menuntun kita untuk berbuah dalam pewartaan dan kesaksian hidup kita. Kasih dan kebaikan adalah buah dari Roh. Dengan tuntunan Roh Kudus, kita mampu mengasihi dengan tanpa membeda-bedakan suku, agama dan budaya. Melalui tuntunan Roh Kudus, kita akan semakin dikuatkan untuk terus mewartakan injil di tengah dunia yang semakin minim relasi persahabatannya.

Menjadi sahabat di zaman modern ini tidak mudah. Kita ditantang untuk menjadi sahabat yang sejati di tengah relasi persahabatan yang semu. Kita dituntut untuk menjadi sahabat yang tulus di tengah relasi persahabatan yang dibangun dengan motif transaksional. Tetapi dalam semangat kasih Yesus yang tak terbatas dan dalam pimpinan Roh Kudus, semoga kita mampu menjadi sahabat yang mengasihi tanpa pilih kasih, mencintai tanpa melihat perbedaan dan berkorban tanpa pamrih. Jika sulit menemukan sahabat sejati di jaman modern ini, jadikanlah diri kita sebagai sahabat sejati bagi orang-orang di sekitar kita.

Renungan Harian, 8 Mei 2026

Oleh: Magdalena Hokor

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.