Renungan Katolik
Buah dari cinta adalah pelayanan. Setiap orang yang mengalami cinta dan hidup dalam cinta diutus untuk melayani. Menjadi alat-alat kasihNya di dalam keluarga dan masyarakat serta di mana saja kita berada. Saat kita menyadari akan panggilan ini maka akan selalu timbul dari dalam hati kita sebuah kerinduan untuk keluar dari diri sendiri dan pergi menjumpai saudara saudari kita yang berkekurangan.
Bahwa pelayanan dan diutus sebagai utusan Allah tidak membuat kita lebih tinggi dan hebat dari orang lain tapi menjadikan kita saudara bagi sesama. Dengan demikian, kehadiran kita adalah sebuah kehadiran yang dirindukan. Sebuah kehadiran yang menyembuhkan. Kehadiran yang membawa semua orang berjumpa dengan Yesus yang hidup dan berkarya di dalam diri kita.
Saat kita dipakai oleh Allah untuk menjadi utusanNya itu bukan karena kita hebat dan kuat. Bukan karena kita pandai dan pintar. Bukan! Melainkan karena KASIH KARUNIA ALLAH yang menarik dan mengutus kita.
Kita harus sadar akan hal ini. Kesadaran ini yang kemudian mendorong kita untuk tak kenal lelah pergi dan mewartakan kabar sukacita. YANG MENJADI TANTANGAN ADALAH SAAT ORANG LAIN MELIHAT DAN MENILAI MASA LALU KITA untuk menjadi bahan kajian atas tugas dan pelayanan yang kita lakukan saat ini.
Sebagian orang menolak kehadiran kita karena mereka masih dipenjarakan oleh pikiran mereka tentang masa lalu kita. Sebagian orang lupa, kalau YESUS SUDAH PAKAI KITA, IA MENGAMPUNI MASA LALU DAN MASA KELAM KITA, AGAR MASA KINI MENJADI PINTU MASUK MENUJU KEBAHAGIAAN ABADI. Kalau YESUS saja menerima kita pendosa yang dikasihi dan dicintaiNya apa sebab kita masih mengukur orang lain dengan masa lalunya???
Marilah kita menjadi bahagia hari ini. Bahagia bahwa kita diutus oleh ALLAH untuk menjadi saluran cinta kasihNya.
TABE MOMANG
Dasar Biblis: Yohanes 13:16-20
Oleh: RD Riano Tagung /Pastor Paroki Hati Maha Kudus Tuhan Yesus Pota







