Kurban dan Kedekatan kepada Sang Khalik

oleh -68 Dilihat
banner 468x60

Oleh: Eeng Nurhaeni

Ada dua ibadah yang paling utama dilaksanakan pada bulan ini, yakni Ibadah Haji ke Baitullah, dan Ibadah Qurban. Ibadah haji merupakan kewajiban umat Islam yang memiliki kemampuan. Tentu menyangkut kemampuan fisik dan harta. Sedangkan, ibadah salat atau puasa identik dengan kemampuan fisik, kemudian zakat atau sedekah identik dengan kemampuan harta, sehingga wajib dilakukan oleh orang-orang yang mampu saja.

Karena ibadah haji melibatkan harta dan tenaga, maka tentu yang diwajibkan adalah orang-orang yang memiliki bekal atau transportasi kendaraan, mendapat keamanan di perjalanan dan seterusnya. Dalam ibadah haji, para jamaah melakukan rangkaian ibadah sebagai upaya membersihkan diri dari dosa dan kesalahan. Mengharap ampunan, rahmat, dan ridha Allah Swt.

Orang yang berhaji juga melatih kesabaran dengan kedisiplinan, tiap detik dan menit, hari-hari yang dipenuhi zikir, talbiyah, khusyuk beribadah, dengan mengenakan kain ihram berwarna putih-putih. Sekaligus melupakan urusan dunia yang sering membuat hati manusia lalai dan lupa mengingat Allah.

Dengan hanya mengenakan kain ihram, para jamaah haji diingatkan pada putihnya kain kafan, ciri khas dari kematian yang pasti akan datang kepada setiap jiwa yang bernyawa. Kita berasal dari Allah dan hanya akan kembali kepada-Nya. Kita pasti akan berpisah dengan semua yang kita cintai di dunia ini, bahkan berpisah dari semua yang mencintai kita.

Dalam ibadah haji, jamaah juga melakukan Thawaf mengelilingi Ka’bah, lalu melakukan perjalanan dari bukit Shafa ke bukit Marwah yang dinamakan dengan Sa’i. Dalam ibadah ini para jamaah berdoa untuk senantiasa mendapatkan pertolongan dan perlindungan Allah, dari dosa-dosa yang diakibatkan kecenderungan ego dan hawa nafsu. Bahkan, ada aktivitas berlari-lari kecil di saat Sa’i, dalam rangka menanamkan tekad yang bulat untuk berhijrah, membersihkan hati dari sifat yang tercela, hingga mencapai puncak makrifat atau kesucian jiwa.

Teladan Ibrahim

Bagi mereka yang sanggup melaksanakan ibadah haji dengan tulus dan ikhlas, Allah menjamin, bahkan Rasulullah menegaskan dalam hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari: “Haji mabrur tidak ada balasan yang pantas baginya selain surga.”

Ibadah haji dan qurban ini memiliki kesamaan, terutama dalam hal kemampuan harta. Tentu saja, harta yang dikeluarkan akan diberi ganti yang lebih baik lagi dari Allah. Seperti yang ditegaskan dalam surat al-Hadid ayat 11: “Barangsiapa memberi pinjaman kepada Allah dengan pinjaman yang baik, maka Allah akan melipatgandakan balasan pinjaman itu untuknya, serta akan dilipatgandakan pahala untuknya.”

Dalam peristiwa pengorbanan Nabi Ismail, yang kemudian digantikan Allah dengan seekor domba jantan dari surga. Kita bisa membaca riwayat selanjutnya ketika harta kekayaan Nabi Ibrahim dilipatgandakan oleh Allah, sampai kemudian di tahun-tahun mendatang Nabi Ibrahim sanggup melakukan kurban yang begitu melimpah, dengan 1.000 ekor kambing, 300 ekor sapi, ditambah 100 ekor unta.

Kita bisa bayangkan, loyalitas dan kesanggupan untuk berkorban dan berserah diri pada Allah, sampai-sampai membuat nama Nabi Ibrahim dikenal sebagai Abul Anbiya, bapaknya para Nabi, baik dari Nabi Ismail, Nabi Ishak hingga Bani Yakub (Israel). Tampak begitu harum dan abadi nama Nabi Ibrahim, di sepanjang ratusan dan ribuan tahun, nama besarnya tetap terkenang sepanjang masa. Bahkan, diabadikan dalam bacaan tahiyyatul awwal dan akhir pada saat kita melaksanakan salat: Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad, kama shallaita ala sayyidina Ibrahim.

Karakter Kuat

Teladan pendidikan Ibrahim kepada anaknya, menumbuhkan watak dan karakter yang kuat, ikhlas, mandiri, bahkan memberikan momentum bagi kebebasan berpikir, karena terjalinnya dialog antara kehendak orang tua dan anak. Hal itu merupakan cermin kepribadiannya sebagai seorang pemimpin yang mewarisi leadership yang tangguh, pantang menyerah, sebagai pemimpin keluarga yang tegas sekaligus penyayang kepada istri dan anak-anaknya.

Warisan ide dan pemikiran inilah yang kemudian banyak mengilhami Rasulullah dan mengabadikannya dalam doa yang disukainya, “Ya Allah, anugerahkan bagi kami istri dan anak-anak yang menyenangkan hati dan enak dipandang mata.”

Pada prinsipnya, Nabi Ibrahim adalah sosok pencari kebenaran yang independen dan terbebas dari pengaruh kultur nenek-moyang yang membelenggu. Ketika ia sampai pada keputusan untuk menolak agama leluhurnya, ia pun bereksplorasi meninggalkan kampung halamannya untuk mencari bentuk-bentuk baru dari prinsip kebenaran dan religiusitas.

Pengorbanan hidup dan teladannya dalam membangun peradaban umat, bukan saja melahirkan evolusi tetapi sekaligus revolusi mental sampai-sampai merasuk ke dalam benak pemikiran dan kesadaran para budak (pembantu) pada zamannya. Misalnya Siti Hajar selaku budak yang kemudian dinikahinya, seorang gadis yang pada awalnya berkasta sudra dan berkelas rendah. Tetapi, karena kekuatan iman dan Tauhid yang diilhami dari Nabi Ibrahim, ia tumbuh berkembang menjadi sosok wanita yang tangguh, kuat menghadapi cobaan hidup bersama anaknya yang masih bayi. Berkat jodoh yang dipersatukan antara Ibrahim dan Siti Hajar inilah, mengalir darah keturunan manusia paling sukses, populer bahkan paling mulia di seluruh jagat raya ini.

Siti Hajar merupakan sosok ibu yang teladan, pendidik yang sejati, punya perhatian serius terhadap masa depan pendidikan anaknya. Dia bukanlah tipikal istri yang banyak mengeluh, banyak menuntut ini-itu kepada suami. Bukan tipikal pencemburu dan pendengki yang gampang terprovokasi oleh isu, gosip maupun rumor negatif. Siti Hajar adalah sosok ibu yang sabar, apa adanya serta ikhlas menerima keputusan Allah.

Analogi dari perjalanan Sa’i pada pelaksanaan ibadah haji dan umroh. Dalam keadaan terhimpit problem ekonomi, kelaparan dan kehausan, istri dan perempuan perkasa ini justru bukan bersikap apatis dan su’udzon pada Allah. Tidak banyak menuntut suami yang meninggalkannya seorang diri, tetapi justru tekun berdoa, berikhtiar, istiqomah dan percaya pada pemberian dan kasih sayang Allah.

Teladan Siti Hajar sebagai ibu memang tak terlepas dari masa bertahun-tahun pendidikan dari sang suami yang setia mendampinginya. Kekuatan Tauhid pada figur Ibrahim begitu meresap dalam kalbu dan nuraninya. Sikap optimis dalam memandang hidup, selalu ber-husnudzon pada Sang Khalik, telah berhasil menepis keangkuhan dan egosentris kewanitaan. Setelah tujuh kali mondar-mandir perjalanan Shafa dan Marwah, akhirnya dari hentakan kaki Ismail memancarlah mata air dengan kandungan mineral dan ion kalsium tertinggi dari seluruh sumber air di dunia.

Siti Hajar kemudian mengatakan, “Zumi… zumi…” yang artinya kumpullah, berkumpullah, hingga kemudian air zamzam itu diminumkan kepada sang putera dengan penuh cinta-kasih.

Oleh karena itu, Profesor Tariq Hussain, selaku insinyur jurusan Kimia pernah mengadakan penelitian khusus bersama stafnya, membawa sampel air zamzam ke laboratorium di Eropa. Walhasil, air zamzam mengandung zat fluoride tertinggi dan punya daya efektif membunuh kuman. Kualitas kalsium dan garam magnesium yang tinggi ketimbang air tawar biasa, hingga dinding sumur zamzam tak pernah ditumbuhi lumut maupun tumbuhan mikro-organisme lainnya.

Yang paling mengherankan lagi, setelah Tariq Hussain menyaksikan langsung ke dasar sumur, ternyata ukurannya hanya 5 x 4 meter saja. Secara logika murni, bagaimana mungkin sumur sekecil itu bisa mengeluarkan jutaan liter air di musim haji seperti ini? Apabila jumlah jamaah haji yang datang setiap tahunnya sebanyak dua juta orang, dan ketika pulang ke tanah airnya membawa 5 liter zamzam, konsekuensinya tidak kurang dari 10 juta liter air terkuras dari sumur itu. Dan bila jamaah haji bermukim di Mekah selama 40 hari serta menghabiskan satu liter air perorang setiap harinya, maka puluhan juta liter air harus dikeluarkan dari dasar sumur sekecil itu. (*)

Penulis adalah Pengasuh Ponpes Al-Bayan, Rangkasbitung, Banten, penulis esai keislaman di berbagai media lokal dan nasional, antara lain Republika, Kompas, Media Indonesia, Ruangsastra.com, Tokoh.id, Jurnal Toddoppuli dan lain-lain

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.