Sekurun saku dan dada
terasa hampa mengikat celaka
untaian-untaian pada tanya
atas siapa dia bertunduk belikat
dan dengung yang dihasilkan oleh lantunan
terus berkelakar sepanjang lorong gelap
Menggema berkelana
di mana sesaat entah kemana
irama bait bukan lagi panduan merangkai perang
melainkan utusan untuk siapa kita menang
awal laga
hanya sebatas kerak ludah
menyia-nyiakan kemarau
pada perjamuan cengkar
ketika langit ditunggangi oleh gunung
yang terasa hamparĀ
Juli 2025
Oleh: Rifqi Septian Dewantara






