Aku berjanji dari kehidupan rakyat kecil, dan aku bukanlah orang yang egois dan sombong.
Tetapi, lewat perjalanan waktu, ketika aku menjadi kurang berterima kasih kepada pihak yang mengangkat kredibilitasku untuk menaiki tangga-tangga kekuasaan.
Sepertinya Tuhan juga murka, diperintahkan para malaikat-Nya untuk meninggalkan aku.
Kini aku kembali menatap ke atas Mega… dan awan-awan… sekiranya Tuhan memaafkan segala kebrutalan dan kekhilafanku….
Karena betapa pun ridho Tuhan terletak pada ridho seorang ibu.
Jika aku terjadi sang ibu, berarti aku telah menyampaikan pendapat rakyatku, juga telah hidup dengan Tuhanku. ***
Oleh: Indah Noviariesta








