Kepanikan Massal

oleh -174 Dilihat
banner 468x60

Ancaman kekurangan pangan di tahun 1944 membuat penduduk dunia panik dan ketakutan.

Tetapi, Norman Borlaug menolak untuk menyerah, kemudian hijrah meninggalkan laboratoriumnya di Amerika Serikat, lalu bergabung dengan ratusan petani untuk memilih hidup di tengah pesawahan.

Ia mengadakan penelitian selama beberapa tahun mengenai rekayasa genetika tanaman di pedalaman Meksiko, menyilangkan ribuan varietas gandum, sampai akhirnya membuahkan hasil yang gemilang saat ia menciptakan bibit gandum mutan yang berukuran lebih pendek, kebal terhadap hama, serta mampu menghasilkan panen tigakali lipat dari tanaman gandum biasa.

Berkat kerja kerasnya, negara berpenduduk padat yang awalnya berada di ambang kematian massal, ikut membudidayakan jenis gandum ini, hingga terbebas dari ancaman kelaparan massal.

Itulah yang membuat Norman Borlaug dijuluki bapak revolusi hijau dan dianugerahi nobel perdamaian di tahun 1970. (*)

Oleh: Ahmad Rafiuddin

(Pengasuh ponpes Tebuireng 09 (Nurul Falah) Aktif menulis puisi dan esai di Majalah Tebuireng, Radar NTT, Jawa Pos, Tribunnews.com, Solopos, Radar Jember, janang.id, tangselpos.id, dan lain-lain)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.