Jiwa Merdeka

oleh -137 Dilihat
banner 468x60

Jiwa manusia merdeka bagaikan seekor elang yang mengangkasa dalam kesunyian dan kesendirian, sementara gerombolan lalat sibuk berkerumun merayakan bangkai dan kebusukan.

Bagaimana pun kita harus berani berdiri tegak memegang prinsip, meskipun harus sendiri dan dijauhi banyak orang, ketimbang ikut bersorak dalam barisan kedengkian.

Biarlah panggung di sekitar kita dipenuhi oleh riuhnya kerumunan yang menghakimi tanpa sudi mencari kebenaran.

Layar gawai telah menjadi arena bagi jutaan tangan yang beringas menguliti aib sesamanya, mengunyah kabar dusta, lalu menyemburkannya sebagai racun yang mematikan.

Mereka berkumpul menyuarakan caci maki demi sepotong pembenaran, layaknya kerumunan lalat yang haus akan bau amis demi kejatuhan mereka yang menjadi pesaingnya.

​Untuk itu, tetaplah konsisten menyuarakan nurani, karena untuk menjadi sang pemberani tidak harus mengangkat senjata di medan perang.

Keberanian sejati di akhir zaman ini, ketika kita sudi menarik diri dari kerumunan yang teramat pekak dan bising, sambil mengepakkan sayap kesadaran setinggi mungkin, melampaui segala prasangka untuk menjaga kehormatan dan martabat  bangsa. (*)

Oleh: Ahmad Rafiuddin

(Pengasuh Ponpes Tebuireng 09 (Nurul Falah) Aktif menulis puisi dan esai di Majalah Tebuireng, Radar NTT, Jawa Pos, Tribunnews.com, Solopos, Radar Jember, janang.id, tangselpos.id, dan lain-lain)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.