Ilusi Kesenangan Duniawi

oleh -129 Dilihat
banner 468x60

Yang diperjuangkan oleh politik kekuasaan dari zaman ke zaman adalah kesenangan sesaat dan kemenangan duniawi, yang pada akhirnya akan bermuara pada perjuangan Dajjal yang berambisi membunuh Satrio Piningit atau Ratu Adil (Imam Mahdi) di akhir zaman nanti.

Perjuangan ini bermula dari pemberontakan dan perlawanan Iblis terhadap rencana dan agenda Tuhan, di saat para Malaikat berhasil disadarkan, akan tetapi Iblis bersikeras menentang karena keangkuhan dan kesombongannya. Sikap egois ini bersifat primordial, pilih kasih, like or dislike, hanya karena manusia terbuat dari tanah, dia menolak untuk bersujud dan tunduk atas perintah Allah.

Karakteristik Iblis terus mengejawantah ke dalam perilaku para penguasa dan raja-raja dunia, baik Babilonia, Mesir, Romawi, hingga raja-raja Arab sekalipun. Mereka menyamai pola karakteristik yang bersifat rasialis, bahkan memandang kelas dan kasta tertentu. Para penguasa zalim bekerja berdasarkan mandat Iblis, dengan pola sistem dan karakteristik yang sama pula. Rencana-rencana mereka banyak yang tercapai hingga meraih kesuksesan dan keberhasilan.

Tuhan memberikan jalan peluang dan kesempatan bagi mereka atas izin-Nya, meskipun Dia tidak meridhoinya. Tuhan juga mempersilakan mereka berbuat jahat semaunya, menikmati kesenangan duniawi untuk sementara waktu, tetapi kemudian mereka akan merugi dan menderita dalam kehidupan akhirat yang bersifat abadi.

Banyak penguasa dan raja-raja zalim di masa lalu yang menggunakan pola-pola yang sama untuk meraih ilusi kemenangan duniawi, bahkan tercatat jelas dalam kitab-kitab suci, tetapi mengapa banyak manusia yang tak mau mengambil pelajaran, tetapi bahkan mengulang-ulang sejarah yang sama?

Seringkali diperingatkan oleh wahyu-wahyu Tuhan yang memerintahkan manusia agar tunduk dan menyembah Tuhan Yang Maha Esa. Bukankah Aku adalah Tuhanmu (demikian Allah memperingatkan). Akan tetapi, banyak manusia yang justru mementingkan perintah Iblis dan para setan sebagai kaki-tangannya: “Turutilah perintahku, maka apa yang kamu cita-citakan untuk meraih kekayaan dan kekuasaan duniawi, niscaya tercapai berkat pertolonganku.”

Itulah ilusi kemenangan duniawi dan kesenangan semu dan sesaat, sebagaimana cita-cita Iblis yang terus-menerus berjuang untuk meraih kekuasaan dan kerajaannya, atas dominasi manusia dan para jin di muka bumi ini.

Pada prinsipnya, apa yang diinginkan Iblis dan para pengikutnya adalah perjuangan atas kepemilikan harta-benda, wanita dan anak keturunan, serta langgengnya dinasti kekuasaan. Mereka mengira, segala usaha dan jerih payahnya selama ini akan dapat melestarikan hak-hak kepemilikan atas harta dan tahta, padahal semuanya itu hanyalah ilusi yang bersifat fana dan sekejap mata saja. (*)

Oleh: Ahmad Rafiuddin

(Pengasuh Ponpes Tebuireng 09, Rangkasbitung, Banten, penulis buku “Marwah Pesantren”, juga penulis opini keislaman dan kepesantrenan di berbagai media lokal dan nasional)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.