SPK Terapkan Kepemimpinan Tatap Muka dan “Tidur Bangun” Bersama Rakyat

oleh -929 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Kupang – Calon Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) nomor urut 3, Simon Petrus Kamlasi (SPK) mengatakan kepemimpinan setingkat gubernur adalah kepemimpinan tatap muka, jadi gubernur harus selalu bertatap muka bersama rakyat. Sedangkan bupati kepemimpinan “tidur bangun” bersama rakyat agar selalu dekat dan tidak berjarak dengan rakyat.

“Saya tahu bahwa saya ada di rakyat, selalu bertatap muka dengan rakyat,” demikian tegas SPK dalam kampanye tatap muka terbatas di Kuafeu Desa Baumata Timur, Taebenu Kabupaten Kupang belum lama ini.

Untuk itu, dia akan mengumpulkan para bupati membuat pertemuan di kampung-kampung bukan di hotel agar mengetahui dan merasakan langsung kondisi riil permasalahan masyarakat dan mengambil solusi bukan hanya merencanakan di belakang meja tapi langsung di masyarakat.

“Saya akan kumpulkan para bupati di kampung tidur bangun dengan rakyat supaya tahu kondisi riil apa permasalahan masyarakat dan solusinya tidak hanya di belakang meja,” tegas Simon Petrus Kamlasi.

Menurutnya, gubernur harus sering melakukan tatap muka bersama rakyat, apalagi bupati harus “tidur bangun” bersama rakyat agar pemimpin semakin dekat dengan permasalahan rakyat dan menentukan solusi yang lebih tepat sasaran tidak hanya bagus di atas kertas tetapi tidak aplikatif di lapangan.

“Kepemimpinan gubernur adalah kepemimpinan tatap muka dengan rakyat maka bupati harus tidur bangun dengan rakyat,” tegas Kamlasi.

Dengan begitu, kata dia, pemimpin mengetahui susahnya masyarakat tidak ada air dan tidak ada jalan sehingga segera membuat intervensi program dan anggaran pembangunan jalan dan sarana air bersih bagi masyarakat.

Simon Petrus Kamlasi menerapkan gaya kepemimpinan partisipatif, seorang pemimpin yang mengikutsertakan bawahan dalam pengambilan keputusan (Ranupandojo, 2000).

Adapun aspek-aspek dalam gaya kepemimpinan partisipatif mencakup konsultasi, pengambilan keputusan bersama, membagi kekuasaan, desentralisasi dan manajemen yang demokratis.

Gaya kepemimpinan ini mendorong terciptanya lingkungan kerja yang demokratis dan kolaboratif. Pemimpin menekankan pentingnya memberi informasi dan kesadaran kepada anggota kelompok tentang nilai kontribusi mereka.

Kepemimpinan partisipatif dapat memberikan manfaat, seperti: meningkatkan rasa percaya diri dan keamanan psikologis karyawan, meningkatkan inovasi dan kinerja karyawan, mendorong aliran ide yang bebas, meningkatkan moral, meningkatkan retensi karyawan. 

Namun, kepemimpinan partisipatif juga dapat meningkatkan stres karyawan karena meningkatkan tantangan dan tanggung jawab yang dihadapi karyawan. (TIM/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.