SIAGA Air untuk Minum dan Irigasi Duakali Tanam Setahun di Lahan Kering

oleh -1624 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Kupang – Air merupakan unsur vital bagi kehidupan semua makhluk di bumi, begitu urgennya air maka perlu upaya menyediakannya agar dapat diakses oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan. Terutama di daerah provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang beriklim kering dengan hanya 3-4 bulan hujan per tahun dan selalu dilanda kekeringan setiap tahun.

Untuk itu, pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT nomor urut 3, Simon Petrus Kamlasi dan Adrianus Garu (SIAGA) menetapkan komitmennya melalui Aksi Siaga Air dan Energi dengan tujuan melakukan tatakelola air memanfaatkan seluruh potensi air yang tersedia untuk pemenuhan kebutuhan air minum dan irigasi pertanian masyarakat NTT.

Memanfaatkan semua potensi air permukaan dan air tanah untuk memenuhi kebutuhan air minum dan irigasi pertanian bagi masyarakat NTT yang sampai saat ini masih kesulitan air. Melalui pemanfaatan sumber air baku seperti bendungan, waduk, sungai atau kali yang ada dengan aplikasi teknologi pompanisasi untuk mengaliran air ke masyarakat.

Calon Gubernur, Simon Petrus Kamlasi mengatakan akan mengoptimalkan semua potensi air dengan aplikasi teknologi (pompa hidram) yang lebih efisien dan tepat guna karena hemat biaya operasional karena tanpa bahan bakar. Selain itu, bisa dimodifikasi menggunakan sumber energi matahari atau energi baru terbarukan yang sangat melimpah di NTT.

“Kita masih sangat jauh dari standar minimum kebutuhan air per orang per hari 60 liter sehingga perlu intervensi segera untuk memenuhi hal kebutuhan dasar ini,” jelasnya.

Strategi pemenuhan kebutuhan air bersih, kata Simon, melalui optimalisasi semua potensi air di NTT baik air permukaan maupun air tanah sesuai potensi masing-masing daerah. Membangun sistem penyediaan air minum (SPAM) melibatkan semua stakeholder termasuk pemerintah kabupaten dan kota, karena mengelola air adalah urusan yang lintas wilayah maka perlu ada kerja sama antar daerah.

“Kalau urusan lintas wilayah atau kerja sama antar daerah akan dipimpin langsung oleh Gubernur terutama terkait pengelolaan potensi air permukaan,” tegasnya.

Ia mencontohkan pengelolaan SPAM Bendungan Tilong di Kabupaten Kupang, Temef di Timor Tengah Selatan, Napun Gete di Sikka. Semuanya perlu ditatakelola dengan baik agar bermanfaat untuk air bersih dan air irigasi pertanian masyarakat segera terwujud.

“Masyarakat begitu buka keran air ada, tidak menunggu giliran sampai berhari-hari bahkan minggu baru keluar air,” ujarnya.

Selain untuk air minum, kata Simon, juga air irigasi pertanian. Membangun sistem irigasi primer, sekunder dan tersiar dari sumber air baku sampai ke lahan-lahan pertanian masyarakat sesuai kewenangan pusat, provinsi dan kabupaten.

“Masyarakat petani kita selama ini hanya bergantung pada air hujan, dengan tatakelola air irigasi kita target minimal duakali tanam dalam setahun di lahan kering,” tegas purnawiran Jenderal TNI bintang satu yang dijuluki jenderal air itu.

Mengoptimalkan luas lahan kering di NTT yang mencapai tiga jutaan hektar yang selama ini lahan tidur menjadi lahan produktif yang bisa tanam duakali dalam setahun untuk tanaman pangan dan hortikultura.

“Kita juga akan intervensi di hulunya bagaimana menyimpan air di musim hujan dengan tatakelo DAS (daerah aliran sungai) sebagai satu kesatuan ekosistem dalam penyediaan air baku,” imbuhnya.

Pengelolan DAS melalui berbagai bentuk kegiatan, mulai dari reboisasi, tersering sipil teknis juga membangun embung-embung di DAS untuk menampung air saat hujan dan mengalirkan ke tempat yang kekeringan.

Simon Petrus Kamlasi menegaskan, siap segera mengeksekusi gagasan SIAGA Air untuk Minum dan Irigasi Pertanian seketika rakyat memberi mandat pada 27 November 2024 untuk memimpin 5 jutaan rakyat NTT yang 49 persen lebih angkatan kerja masih terserap di sektor primer akan didorong maju ke sektor sekuder dengan bertumbuh dan berkembangannya industri olahan produk lokal melalui agroindustri dengan pariwisata sebagai lokomotif utama atau prime mover.

Simon Petrus Kamlasi sudah berbuat banyak terkait penyedian air bagi masyarakat di daerah yang sulit ketika masih aktif berdinas di TNI AD, berhasil membangun 400 titik pompa hidram di NTT dan sekira 3000 titik di seluruh Indonesia, berkat prestasi ini dia mendapat penghargaan rekor MURI dan memiliki hak cipta paten sederhana. (TIM/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.