Gus Halim Tegaskan Kembali 9 Pedoman Berpolitik PKB kepada Ratusan Kader di NTT

oleh -3228 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Kupang – Mantan Menteri Desa Abdul Halim Iskandar (Gus Halim) yang juga Ketua Bidang Pengelolaan Organisasi dan Eksekutif Legislatif DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan kembali sembilan Pedoman Berpolitik (Mabda`Siyasi) PKB kepada ratusan kader saat membuka kegiatan Sosialisasi Hasil Muktamar tahun 2024 dan Kebijakan DPP PKB serta Bimtek Aplikasi Sistem Pelaporan Legislator (SIMPEL) dan Sistem Manajemen Monitoring Struktur (SMS) tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di Hotel Neo Aston Kupang, Rabu (29/1/2025).

Gus Halim yang hadir bersama tiga anggota DPRRI Fraksi PKB yaitu Wakil Ketua Komisi X Lalu Hadrian Irfani, Anggota Komisi III Abdullah dan Usman Husin dari Daerah Pemilihan NTT 2, menegaskan bahwa untuk memahami PKB setiap kader terutama yang sedang mengemban mandat rakyat harus berpedoman pada tiga hal pokok sebagai spirit pergerakan politik PKB yakni Mars, Himne dan Pedoman Berpolitik (Mabda`Siyasi).

“Untuk memahami PKB kita harus tahu dan pahami tiga hal pokok sebagai ruh dan spirit pergerakan politik yakni Mars, Himne dan Pedoman Berpolitik PKB,” tegas Gus Halim.

Ia menekankan setiap kader wajib mengetahui, memahami dan melaksanakan nilai yang terkandung dalam mars, himne dan Mabda`Siyasi PKB yang sudah dirumuskan sejak awal lahirnya PKB pada tahun 1998.

“Mars dan Himne PKB wajib dihafal dan dinyanyikan dalam setiap iven organisasi sedangkan pedoman berpolitik cukup diketahui dan dipahami,” tandasnya.

Kepada ratusan kader PKB NTT Gus Halim menegaskan Mabda`Siyasi atau Pedoman Politik PKB sebagai pegangan dalam kiprah politik di berbagai level dan posisi penugasan partai baik di legislatif maupun eksekutif.

Berikut Pedoman Berpolitik PKB:

  1. Kemerdekaan dan Martabat Bangsa Indonesia. PKB berkomitmen mewujudkan cita-cita proklamasi untuk menjadikan Indonesia bangsa yang merdeka, adil, makmur dan bermartabat di kancah internasional. Negara berperan melindungi dan mensejagterakan rakyatnya denganmenjunjung tinggi keadilan sosial dan hak asasi manusia.
  2. Masyarakat yang Adil dan Berperikemanusiaan. PKB mengingkan masyarajat menjunjung tinggi hak asasi manusia serta nilai kejujuran, keadilan dan keterbukaan. Setiap warga negara dibandang setaradi depan hukum dan memiliki hak yang dilindungi dalam kebebasan berekspresi serta bersikap adala dalam semua situasi.
  3. Pemenuhan Hak-hak Dasar Rakyat. PKB mendorong pemenuhan hak-hak dasar rajyat termasuk kebutuhan pokok seperti pangan, sandang dan papan. Misi utama PKB adalah menjaga agama,menjaga jiwa menjaga akal, menjaga keturunan dan harta benda dengan cara yang baik.
  4. Kekuasaan sebagai Sarana Perjuangan. PKB menggunakan jalur kekuasaan sebagai sarana untuk memperjuangkan kepentingan rakyat terutama yang lemah dan tertindas. Kebijakan publik harus berpihak pada rakyat dan membongkar sistem yang membatasi kedaulatan rakyat.
  5. Kepemimpinan yang Amanah. PKB memandang keluasaan sebagai amanah Tuhan yang harus dijalankan penuh tanggungjawab, kejujuran dan keadilan. Kepemimpinan yang amanah berlandaskan pada pengabdian kepada rakyat dan keberpihakan pada kebenaran.
  6. Kekuasaan yang Demokratis, Profesional dan Bermanfaat. PKB berkomitmen mengelola kekuasaandengan prinsip demokrasi, profesional dan kebermanfaatan untuk rakyat. Kekuasaan yang dikelola dengan baik diyakini mampu menghadirkan keadilan dan kesejahteraan nyata bagi masyarakat.
  7. Persaudaraan dan Harmoni dalam Keragaman. PKB menjunjung tinggi tinggi persaudaraan dan harmoni di tengah keragaman Indonesia yang terdiri atas berbagai suku, agama dan ras. Semangat kebhinnekaan dilandasi nilai-nilai Pancasila untuk memperkuat ikatan kebangsaan dan keadilan sosial.
  8. Kepemimpinan Berbasis Humanisme Religius. PKB menanamkan humanisme rligius dalam kepemimpinan dengan menghargai nilai-nikai kemanusiaaan dan keagamaan. Melestarikan tradisi baik dan menerima inovasi dengan akhlak mulia menjadi landasan PKB dalam memperjuangkan kepemtingan bangsa.
  9. Keterbukaan dan Kemandirian Partai. PKB adalah partai yang terbuka bagi seluruh golongan masyarakat, melintasi batas suku, agama dan ras. PKB menolak pengaruh kekuasaan yang bertentangan dengan tujuan utama partai.

Sembilan pedoman berpolitik tersebut diucapkan secara berturut-turut oleh Gus Halim dan dikuti oleh seluruh peserta agar tetap segar dalam ingatan dan menyatu dalam sanubari kader dalam menjalankan penugasan partai di berbagai posisi jabatan.

Kegiatan dihadiri Anggota Fraksi PKB dari 22 kabupaten/kota, Anggota Fraksi PKB DPRD Provinsi NTT, DPR RI serta Ketua dan Sekretaris DPC PKB seluruh NTT.

Pada kesempatan yang sama, Ketua DPW PKB NTT, Aloysius Malo Ladi mengatakan di Pemilihan Legistlatif (Pileg) 2024, PKB NTT berhasil mempertahankan perolehan kursi di legislatif tingkat kabupaten/kota, provinsi dan juga di tingkat pusat dengan total 86 kursi.

Kader PKB juga berhasil meraih kursi pimpinan di tujuh kabupaten. Tiga Ketua DPRD di Kabupaten Nagekeo, Alor, Sumba Tengah dan Wakil Ketua DPRD di Manggarai, TTU, Ngada dan Manggarai Barat. PKB juga memilki kader yang berhasil menjadi wakil kepala daerah, Wakil Bupati Manggarai Timur dan Ngada.

Meski begitu, Alo Malo Ladi mengakui PKB NTT belum bisa mengantar Ketua Umum PKB, Gus Muhaimin sebagai wakil presiden.

“Perjuangan ini tidak mudah. Kami semua berjuang agar kader terbaik kami, Gus Muhaimin, sebagai bagian dari kami, mungkin belum berhasil. Kita berharap 2029 akan tampil kembali,” tegas Alo Malo Ladi.

Untuk itu, Alo Malo Ladi menyebut, PKB NTT masih membutuhkan bimbingan dan pemahaman dari Dewan Pimpinan Pusat PKB untuk bisa terus eksis dan berkembang.

“Hal-hal yang perlu kami benahi kami siap benahi dengan baik dan saya selaku ketua DPW siap bertanggung jawab dan dievaluasi untuk perbaikan di masa mendatang,” tegasnya. (TIM/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.