RADARNTT, Kalabahi – Pengamat Politik Universitas Muhammadyah Kupang, Dr. Ahmad Atang mengatakan, Pilkada Alor memang sedang bermain di lapangan kosong karena tidak ada incumbent. Dengan demikian, wajah lama seperti Ima Blegur yang akan bertarung lagi tentu namanya masih menjadi ingatan publik.
Tingkat pengenalan publik terhadap figur yang sering disebut sebagai popularitas secara faktual tidak sulit bagi pasangan Ima Blegur, namun demikian tingkat popularitas harus diikuti dengan tingkat elektabilitas atau keterpilihan.
“Maka trend yang positif ini perlu dijaga karena hasil survei bersifat fluktuatif antar satu waktu dengan waktu yang lain atau antara lembaga survei yang satu dengan lembaga survei yang lain,” tegas Ahmad Atang, Jumat (19/7/2024) siang, merespons hasil survei Poltracking.
Menurutnya, kerja lembaga survei memiliki tingkat validitas yang relatif mendekati kebenaran, maka perlu menjaga ritme politik agar tidak mengalami stagnasi.
“Bagi masyarakat Alor, Ima Blegur sudah beberapa kali ikut pilkada namun selalu kalah. Maka bercermin pada pengalaman tersebut dan didukungan oleh lembaga survei yang kredibel Poltracking dapat diuji realitasnya antara fakta dan hasil. Karena pengalaman terdahulu juga demikian, bahwa potret survei, Ima selalu unggul namun pada tataran realitas tidak inheren,” tandasnya.
Di sisi lain, lanjutnya, figur yang mau maju sedang dalam konsolidasi untuk mendapatkan pintu masuk, sehingga posisi politik yang masih mengambang ini memberi rasa skeptis pada publik pemilih Alor.
“Akan tetapi jika figur lain mendapatkan pintu dan telah memiliki pasangan yang permanen maka hasil survei bisa tetap atau bergeser. Inilah dinamika politik lokal yang selalu bergerak secara dinamis,” pungkasnya.
Sementara, Lukas Reiner Atabuy atau Rey Atabuy sebagai figur yang juga mendapat angka tertinggi urutan ketiga dalam survei popularitas (56,4 persen) dan tingkat akseptabilitas (49,7 persen) mengungkapkan bahwa ini merupakan buah kerja bersama dari para sahabat dan relawan dalam menggerakkan sosialisasi darat secara masif di tengah masyarakat.
“Untuk itu segala hormat dan terima kasih diberikan kepada semua pihak yang sudah terlibat dalam kerja bersama ini dengan caranya masing-masing,” ujar Rey Atabuy.
Sembari mengapresiasi kinerja tim dan hasil survei Poltracking yang cukup positif, Rey Atabuy juga mengajak semua pihak yang terlibat untuk terus bergerak sampai tanggal 27 November 2024. Bergerak sampai merebut kemenangan di hari pemilihan nanti.
“Hasil survei merupakan gambar peta sementara agar kita tidak berjalan dalam kegelapan. Mari jadikan hasil survei sebagai suluh menerangi perjalanan kita menuju hari pemilihan hari kemenangan,” ajak Rey Atabuy.
Rey Atabuy menyampaikan syukur kepada Tuhan dan terima kasih kepada semua yang telah terlibat selama ini, sehingga mendapat hasil yang menggembirakan.
“Kita jangan dulu merasa menang atau unggul karena hasil survei bisa saja berubah dalam waktu berjalan. Tugas bersama kita melakukan konsolidasi dan sosialisasi di tengah masyarakat,” pintanya.
“Sebagaimana rekomendasi yang diberikan oleh lembaga survei Poltracking untuk terus menjaga trend positif ini sampai meraih kemenangan dalam pemilihan nanti,” pungkas Rey Atabuy.
Diketahui, hasil survei Poltracking dalam pertanyaan terbuka calon Wakil Bupati Alor, Lukas Reiner Atabuy memperoleh 20,9 persen paling terekam dalam ingatan publik, diikuti Sri Inang Enga 6,7 persen, serta Dony Menase Mooy dan Abdul Madjid Nampira di angka 1,7 persen.
Dalam simulasi semi terbuka calon Wakil Bupati Alor, Lukas Reiner Atabuy juga tertinggi memperoleh angka elektabilitas 24,9 persen, diikuti Sri Inang Enga dan Imanuel Ekadianus Blegur 7,5 persen, dan Abdul Madjid Nampira 5,3 persen. (TIM/RN)







