RADARNTT, Oelamasi – Untuk memperkuat kompetensi di bidang literasi, guru-guru sekolah dasar Gugus II Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang mengikuti Workshop Penguatan Literasi di SDN Manefu.
Workshop berlangsung dua hari, Selasa-Rabu, 28–29 Mei 2024 berjalan lancar dan peserta yang hadir 37 orang terdiri dari 25 perempuan dan 12 laki-laki guru sekolah dasar dari Gugus II Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Adapun sekolah-sekolah yang tergabung dalam Gugus II Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang adalah SDN Manefu, SDN Tulun, SDN Oeika dan SD GMIT Baumata.
Workshop penguatan kompetensi literasi bagi guru-guru sekolah dasar Gugus II ini digagas para kepala sekolah dasar Gugus II Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang.
Hadir sebagai narasumber workshop, dua pegiat literasi NTT, Ketua Forum Gerakan Literasi NTT, Polikarpus Do dan Pengurus Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) Provinsi NTT, Antonius Kapitan.
Beberapa poin pokok literasi yang diperkuat antara lain, penambahan wawasan seputar literasi sekolah, pengembangan sudut baca kelas dan area baca sekolah, penguatan sembilan komponen literasi dasar.
Workshop dibuka Pengawas Binaan Sekolah Dasar Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, Ferdi Anabokay, S.Pd.
Dalam arahannya, Ferdi Anabokay mengingatkan, seluruh peserta yang adalah guru-guru sekolah dasar agar mengikuti kegiatan sepenuh hati sehingga kegiatan workshop selama dua hari benar-benar bermanfaat dan berdampak.
Setelah sesi pembukaan kegiatan, workshop penguatan literasi yang difasilitasi Pengurus FTBM NTT menggunakan metode proses. Tidak hanya penyampaian materi, melainkan juga pelatihan bagi para peserta kegiatan.
Dalam hal ini, para guru yang mengikuti kegiatan mendapatkan pendampingan dan pelatihan secara langsung dari kedua fasilitator sehingga para peserta kegiatan tidak hanya bertambah dalam hal wawasan tetapi sekaligus makin profesional dalam menjalankan kegiatan literasi di sekolah masing-masing.
Polikarpus Do melakukan pendampingan, dan menyusun lembaran Rencana Aksi (RA). Penyusunan RA dilaksanakan setiap sekolah. Kepala sekolah bersama ibu-bapak guru dari setiap sekolah menyusun RA sebelum diplenokan dan disempurnakan tim fasilitator.
“Kegiatan kita tidak selesai dalam ruangan ini saja, sebab kita sudah memiliki kesepakatan yang tertulis dalam bentuk RA, dan kami berkomitmen untuk melakukan pendampingan di sekolah masing-masing setelah kegiatan ini selama tiga bulan ke depan. Kami akan melakukan monitoring di setiap sekolah yang telah ikutserta dalam workshop ini dan kami akan melakukan evaluasi terhadap komitmen yang telah kita buat pada bulan Oktober,” tegas Polikarpus Do dalam sambutannya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kupang, Dr. Eliezer Teuf menegaskan tentang pentingnya merealisasikan komitmen. Penguatan literasi para kepala sekolah dan para guru sekolah dasar Gugus II Kabupaten Kupang hendaknya diterapkan dengan sungguh-sungguh agar kehadiran kita berdampak dan berdayaguna bagi peserta didik di sekolah kita masing-masing
‘Percayalah, TIMOR tidak hanya sebatas nama pulau, tapi merupakan akronim dari Taman Indah Menawan dengan Orangnya yang Rupawan karena mereka yang berdiam di pulau Timor, khususnya peserta didik berkembang dan bermutu dalam literasi,” tegasnya dalam sambutan penutupan.
Literasi mengandung dua makna yakni literasi dalam arti sempit, membaca dan menulis. Sementara itu, literasi dalam arti luas adalah kemampuan mengelola informasi dan pengetahuan.
“Dua jenis pemaknaan literasi ini harus benar-benar dihayati agar rapor mutu pendidikan kita yang masih merah harus kita jadikan hijau,” pesan Eliezer Teuf di akhir sambutannya.
Ketua Gugus II, Marlina Kadir, S.Pd yang juga Kepala SDN Menefu pada penutupan kegiatan berharap agar peserta dapat menjalankan hal-hal baik yang telah diperoleh selama workshop.
“Apa yang telah kita dapatkan selama dua hari ini, jangan tertinggal sebagai ide, tetapi harus bisa dijalankan dan diwujudkan agar literasi di sekolah kita masing-masing makin baik,” kata Marlina dalam sambutannya. (TIM/RN)







