RADARNTT, Labuan Bajo – Praktik Kerja Industri (Prakerin) Angkatan V di Watu Mori Farm, Labuan Bajo resmi ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada 35 siswa SMKN Poco Ranaka yang telah menyelesaikan program selama kurang lebih 3 bulan mulai 2 Maret-2 Juli 2024.
Dalam kegiatan Prakerin tersebut, para siswa mendapatkan pengalaman langsung dalam beternak babi, sapi, dan kambing, serta bertani durian dan sayur-sayuran. Hal ini sejalan dengan visi Watu Mori Farm sebagai pusat pelatihan dan pengembangan pertanian dan peternakan di Labuan Bajo.
Inisiator dan Pendiri Watu Mori Farm Dr. Benny K. Harman, SH. menyampaikan, program Prakerin sangat penting bagi siswa untuk mendapatkan pengalaman nyata di luar lingkungan sekolah.
“Prakerin ini sangat penting bagi siswa untuk mendapatkan pengalaman nyata di luar lingkungan sekolah. Pengetahuan teoritis yang didapat di kelas akan lebih bermakna jika diimplementasikan secara langsung di lapangan,” jelasnya.
Sementara itu, Founder Watu Mori Farm, dr. Stevi Harman menambahkan, para siswa yang adalah pemuda pemilik masa depan pembangunan pertanian dan peternakan harus melengkapi diri dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan praktis untuk masuk ke dunia kerja.
“Kami berharap para pemuda yang telah mengikuti Prakerin ini dapat menjadi agen perubahan di bidang pertanian dan peternakan. Industri ini membutuhkan sumber daya manusia yang terampil dan berdedikasi untuk memajukan sektor pangan di Indonesia,” ujar Anggota DPD RI Terpilih.
Acara penyerahan sertifikat Prakerin Angkatan V di Watu Mori Farm dihadiri oleh perwakilan sekolah dan masyarakat sekitar yang antusias menyaksikan keberhasilan program ini.
Diketahui, Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super premium yang tentu sangat membutuhkan dukungan pasokan bahan pangan yang bermutu dihasilkan dari petani di sekitarnya. Ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi pengembangan pertanian dan peternakan di tingkat lokal. (TIM/RN)







