RADARNTT, Kupang – Senat Universitas Nusa Cendana (Undana) telah melaksanakan penyaringan bakal calon Rektor Undana periode 2025–2029 pada hari ini, Kamis (25/9/2025). Namun, suara kementerian akan sangat menentukan siapa yang bakal memimpin Undana empat tahun ke depan.
Ketua Panitia Pemilihan Rektor Undana periode 2025-2029, Prof. Dr. Drs. Simon Sabon Ola, M.Hum, mengatakan suara kementerian sangat menentukan dan bisa mengubah hasil sementara perolehan suara keempat calon Rektor Undana.
“Suara Kementerian menentukan dan sangat bisa merubah hasil akhir,” kata Sabon Ola.
Sementara, Hamza H. Wulakada menyatakan syukur atas proses pemilihan calon Rektor Undana dan mengikhlaskan hasilnya.
“Kita syukuri proses ini dan kita ikhlaskan hasilnya,” kata Hamza Wulakada.
Namun, lanjutnya, permainan masih panjang, ini baru langkah awal, akan ada langkah-langkah selanjutnya.
“Saya terima kasih pada semua pihak, kita sudah memulai politik cerdas dan etik supaya kelak politik primordial lenyap dari bumi Flobamorata, bisa dimulai dari Undana; kumpulan para cendikia hebat NTT,” tegas Hamza Wulakada penuh harapan.
Hasil voting Senat Undana yaitu Prof. Dr. Ir. Apris A. Adu, S.Pt., M.Kes memperoleh 25 suara. Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng, memperoleh 24 suara. Prof. Dr. Drs. Malkisedek Taneo, M.Si memperoleh 6 suara. Dr. Hamza H. Wulakada, S.P., M.Si. yang memperoleh 1 suara.
Diketahui, jumlah Senat Undana sekarang 60 suara sama dengan 65 persen hak suara senat. Sedangkan Kementerian memiliki hak suara 35 persen jika dikonversi sama dengan 40 suara. (TIM/RN)







