Hasil Voting Senat Universitas Nusa Cendana Memilih 4 Calon Rektor

oleh -1486 Dilihat
Empat Calon Rektor Undana periode 2025-2029
banner 468x60

RADARNTT, Kupang – Universitas Nusa Cendana (Undana) memasuki tahap penting dalam proses pemilihan rektor. Hari ini, Kamis (25/9/2025), Senat Universitas telah melaksanakan penyaringan bakal calon Rektor Undana periode 2025–2029.

Tahapan ini menjadi krusial karena akan menentukan siapa saja kandidat yang layak melaju ke tahap berikutnya.

Penyaringan dilakukan setelah empat bakal calon menyampaikan visi dan misi dalam rapat senat terbuka, Selasa (23/9/2025).

Forum tersebut menjadi ruang untuk menakar gagasan strategis, komitmen, dan arah kepemimpinan yang ditawarkan masing-masing kandidat dalam menjawab tantangan Undana ke depan.

Sebelumnya, Ketua Panitia Pemilihan Rektor Undana periode 2025-2029, Prof. Dr. Drs. Simon Sabon Ola, M.Hum, menegaskan, proses penyaringan akan berlangsung dalam rapat senat tertutup.

“Sesuai aturan harusnya setelah pemaparan visi misi langsung dilakukan pemilihan oleh anggota Senat karena itu menjadi satu kesatuan,” jelas Prof. Simon, pada PortalNTT, usai pemaparan visi misi bakal calon rektor Undana di Graha Cendana.

Menurutnya selama 15 tahun menjadi anggota Senat, dalam proses pemilihan Rektor tidak menganut sistem penyaringan yang kualitatif.

“Kualitatif itu kan lihat kualitasnya, kemudian lihat kualitas visi misi, rekam jejak, dan lain-lain. Tapi kualitas itu kan tidak ditentukan secara mufakat. Tidak ada yang mau karena setiap orang punya pilihan, sehingga mufakat itu tidak pernah terjadi di Undana. Pemilihan melalui voting,” jelas Prof. Simon.

Atas dasar itu, dijelaskan Prof. Simon, dipisahkan antara Rapat Senat Terbuka pemaparan visi misi dan Rapat Senat Tertutup Penyaringan Calon Rektor.

“Karena voting maka nanti akan menghasilkan tiga nama sesuai urutan dan akan kita teruskan ke kementerian,” tandasnya.

Tahapan selanjutnya, kata Prof. Simon, setelah menghasilkan tiga nama, nanti akan dilakukan pemilihan bersama kementerian.

“Suara senat porsinya 65 persen dan suara kementerian porsinya 35 persen,” jelas Prof. Simon.

Ditanya kapan waktu pemilihan bersama kementerian, menurut Prof. Simon, hal itu akan menyesuaikan dengan jadwal menteri.

“Waktunya belum pasti. Kita beri rentangan waktu dari tanggal 29 September sampai tanggal 10 November 2025. Dua bulan, yang kita siapkan,” Prof. Dr. Drs. Simon Sabon Ola, M.Hum.

Tahap penyaringan ini juga menjadi sorotan publik karena Undana diharapkan tidak hanya berperan sebagai institusi akademik, tetapi juga sebagai motor penggerak perubahan sosial dan pembangunan berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur.

Hasil penyaringan Senat akan diumumkan secara resmi, dan kandidat yang lolos akan mengikuti tahapan selanjutnya hingga pemilihan final Rektor Undana periode 2025–2029.

Dinamika yang berkembang, masyarakat luas menaruh harapan besar agar proses ini melahirkan pemimpin kampus yang berintegritas, visioner, dan mampu menghadirkan Undana yang semakin relevan bagi kebutuhan zaman.

Senat Universitas Nusa Cendana melakukan pemilihan Calon Rektor, berikit hasil voting suara empat Calon Rektor:

  1. Prof. Dr. Ir. Apris A. Adu, S.Pt., M.Kes (25 Suara)
  2. Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng, (24 Suara)
  3. Prof. Dr. Drs. Malkisedek Taneo, M.Si (6 Suara)
  4. Dr. Hamza H. Wulakada, S.P., M.Si yang (1 Suara)

Menunggu hasil suara Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) yang akan dijadwalkan kemudian. Menteri memiliki hak suara 35 persen untuk memilih rektor perguruan tinggi negeri. (TIM/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.