RADARNTT, Kefamenanu – Sekolah Menengah Kejuruan Swasta (SMKS) Katolik Santu Pius X Insana Timor Tengah Untara (TTU) menyelenggarakan In House Training (IHT) untuk meningkatkan kompetensi guru dan implementasi pembelajaran mendalam.
Kegiatan berlangsung selama dua hari di Aula Sekolah pada 14–15 November 2025 yang melibatkan semua guru SMKS Katolik Santu Pius X Insana 32 orang dan menghadirkan dua Narasumber yaitu Ketua MKKS TTU Yanuarius Seran Fahik, S.Pd, M. Pd dan Pengawas Pembina IHT Hilarius Sau.
Hilarius Sau membuka secara resmi kegiatan IHT dengan tema “Penyusunan Perangkat Pembelajaran Mendalaman”. Ia menyatakan mendukung penuh kegiatan tersebut dan berharap memberi manfaat bagi peningkatan pengetahuan dan keterampilan para guru.
“Indonesia maju, di tangan guru. Maka guru harus lebih maju sebelum memajukan murid,” ujar Hila Sau dalam sambutannya.
Kepala Sekolah SMKS Katolik Santu Pius X Insana RD. Diky Mau Leto, menyatakan bahwa kegiatan IHT bukan sesuatu yang baru, tetapi secara teknis sudah memulai.
“Esensi dari Pembelajaran Mendalam ini adalah Memuliakan (Memuliakan Murid),” tegasnya.
Pembelajaran Mendalam merupakan suatu pendekatan, bukan pengganti kurikulum Merdeka Belajar. Ada rumus tertentu dalam Pembelajaran Mendalam yaitu 8-3-3-4. Yang memgandung makna 8 Dimensi Profil Kelulusan (Penalaran Kritis, Kreatifitas, Kesehatan Kemandirian, Kolaborasi, Kewargaan, Komunikasi, dan Keimanan dan Ketakwaan kepada TYMH). Dan 3 Prinsip Pembelajaran (Berkesadaran, Bermakna dan Mengembirakan), 3 Pengalaman Belajar (Memahami, Mengaplikasi dan Refleksi) dan 4 Krangka Pembelajaran (Identifikasi, Desain Pembelajaran, Asesmen, dan Pengalaman Belajar).
“Rumus ini yang nanti digunakan untuk menyusun Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM),” jelasnya.
Melalui pelatihan ini, para guru diharapkan tidak hanya memahami Pelajaran Mendalam, tapi juga dapat mengaplikasikannya secara konsisten dan kontekstual dalam kelas.
“Semoga pelatihan ini tidak berhenti di dalam Aula, tetapi benar-benar dipelajari dan diterapkan dalam kelas,” pungkasnya.
Pendidikan masa kini menuntut lebih dari sekadar transfer pengetahuan. Di tengah perubahan zaman yang dinamis, sekolah dituntut melahirkan peserta didik yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga tangguh, reflektif, dan mampu berkontribusi di tengah masyarakat. Salah satu pendekatan yang hadir menjawab tantangan ini adalah Pembelajaran Mendalam atau Deep Learning.
Pembelajaran Mendalam adalah pendekatan belajar yang menempatkan peserta didik sebagai pusat proses belajar. Bukan hanya mengejar nilai atau menghafal materi, pendekatan ini menekankan: proses berpikir kritis, kolaborasi, refleksi, dan keterhubungan antara pembelajaran dengan kehidupan nyata. (TIM/RN)







