RADARNTT, Kupang – Pengurus Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Ranting Santa Maria Fatima Perumnas Kota Kupang Periode 2025–2028 mengadakan pelatihan pengolahan abon dan bakso ikan memanfaatkan hasil ikan yang melimpah di Kota Kupang,
Kegiatan yang meningkatkan keterampilan pengurus dan anggota itu melibatkan 15 orang peserta, telah berlangsung pada Jumat (14/11/2025), bertempat di rumah Ibu Grace Ndoen, Perumnas, Kota Kupang.
Ketua WKRI Ranting Santa Maria Fatima Perumnas, Agustina Lie Zacharias, menjelaskan bahwa sejak dilantik pada 31 Agustus 2025, pengurus telah menyusun sejumlah program kerja. Pelatihan ini merupakan bagian dari program peningkatan kapasitas internal pengurus.
“Kami ingin para pengurus memiliki keterampilan. Dengan memiliki keterampilan, WKRI dapat lebih berdaya sekaligus mampu bersinergi dengan gereja dan masyarakat,” ujar Agustina.
Pelatihan tersebut dihadiri oleh Sekretaris Ranting, Ana Maria Kerans; Ketua Bidang Organisasi, Suryanti Yasintha Uga beserta anggota; serta Ketua Bidang Pendidikan, Rovina Emiliana Teluma bersama anggota.
Menurut Agustina, kegiatan ini memanfaatkan potensi perikanan Kota Kupang yang memiliki sumber daya laut melimpah. Pengolahan ikan menjadi abon dan bakso dinilai sebagai peluang usaha bagi para pengurus untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.
“Dengan kemampuan mengolah ikan secara baik, nilai ekonominya meningkat. Olahan ikan juga kaya manfaat gizi dan protein sehingga sangat bermanfaat untuk kesehatan,” tambahnya.
Selain mendorong kemandirian ekonomi, pelatihan ini juga diarahkan untuk memperkuat pelayanan WKRI kepada gereja dan masyarakat, terutama dalam mendukung pemenuhan kebutuhan protein bagi anak-anak dan posyandu.
Hasil olahan abon dan bakso ikan tersebut nantinya akan dijual, dan keuntungan yang diperoleh akan menambah kas organisasi guna mendukung kelancaran program-program kerja WKRI ke depan.
Salah satu peserta pelatihan Grace Ndoen berharap setelah memiliki keterampilan, para pengurus dan anggota WKRI dapat membuka usaha olahan produk ikan di rumah tangga masing-masing untuk konsumsi sendiri maupun dijual untuk menambah penghasilan.
“Kita bisa kembangkan usaha olahan abon dan bakso ikan di rumah masing-masing untuk konsumsi sendiri maupun dijual menambah penghasilan ekonomi rumah tangga,” ujar Grace. (TIM/RN)







