Kadis PK NTT Buka Kegiatan Sinkronisasi Dapodik Di SMAN 1 Soe

oleh -1639 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Soe – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur membuka kegiatan sinkronisasi dapodik dan data kependudukan di ruang laboratorium komputer SMA Negeri 1 Soe, jumad, 17 Mei 2024.

Kepala Dinas PK NTT, Ambrosius Kodo, ketika dikonfirmasi media ini usai membuka kegiatan sinkronisasi dapodik bagi seluruh operator SMA, SMK dan SLB se-kabupaten Timor Tengah Selatan, menuturkan bahwa pada momen kunjungan perdana di daerah ini,saya mengharapkan agar kita membangun mimpi yang sama agar SMA dan SMK itu bisa menghasilkan output yang berkualitas karena output yang berkualitas itu bukan saja menyelesaikan pendidikannya melainkan setelah itu apa yang bisa dilakukan di masyarakat atau bisa mengikuti tes di perguruan tinggi guna melanjutkan pendidikannya atau tidak dan lulusan SMK bisa usaha sendiri atau bekerja dengan orang lain namun terhitung sebagai orang yang memiliki keterampilan sehingga dibayar dengan upah yang memadai atau hanya sekedar tenaganya digunakan tanpa upah yang layak karena itu NTT ke depan harus memiliki tenaga-tenaga yang profesional.

Selain itu, dijelaskan kepala Dinas PK NTT bahwa pihaknya memberi tantangan bagi para kepala SMK agar tanah yang ada jangan dibiarkan menjadi lahan ‘tidur’ melainkan diolah secara baik oleh anak-anak karena tanah tidak pernah menolak benih sehingga curah hujan yang ada harus dimanfaatkan atau ajar anak untuk beternak dan lainnya untuk menghasilkan uang karena sekolah bisa menghasilkan uang maka tidak perlu ada iuran komite teristimewa sekolah negeri karena saat ini kita berjuang melawan kemiskinan ekstrim dengan salah satu caranya yaitu menekan pengeluaran maka sekolah negeri wajib mengurangi pengeluaran orang tua yang merupakan bagian dari kemiskinan ekstrim supaya mereka bisa terangkat keluar dari kemiskinan ekstrim.

” Untuk kualitas lulusan, kita sudah mulai launching dengan Pak gubernur,akan dilakukan pendampingan bagi guru-guru kerjasama dengan kampus agar para guru mampu membimbing siswanya untuk bisa mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi karena ada begitu banyak perguruan tinggi yang murah, ada sekolah kedinasan dan lainnya perlu kita tangkap peluang yang ada,” Jelas Kodo.

Salah satu kepala sekolah yang enggan menyebutkan namanya mengatakan bahwa pihaknya mengapresiasi tantangan yang diberikan oleh pak Kepala dinas PK karena itu bertujuan agar menghilangkan stigma negatif yang sering didengar terkait dengan perkembangan pendidikan yang ada di kabupaten Timor Tengah Selatan, , ungkapnya. (Albert Baunsele/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.