Dukung Literasi di Wilayah Pinggiran, Dinas Pendidikan Kota Kupang Hadiri Peluncuran Dua TBM Baru di Maulafa

oleh -1381 Dilihat
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, M.Si,
banner 468x60

RADARNTT, Kupang – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, M.Si, menyatakan kesiapannya untuk hadir dalam kegiatan peluncuran dua unit Taman Bacaan Masyarakat (TBM) baru di wilayah Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.

Kegiatan peluncuran dijadwalkan berlangsung pada Selasa (5/8/2025), pukul 16.00 WITA, dan akan dipusatkan di Aula Gereja Katolik Paroki Santo Fransiskus dari Assisi Kolhua. Dua TBM yang akan diluncurkan tersebut adalah TBM Asisi, yang berlokasi di lingkungan Gereja Katolik Kolhua, serta TBM Agustinus yang beralamat di Kapela Santo Agustinus Bello.

“Ya, saya akan hadir langsung. Ini merupakan bentuk motivasi dan dukungan kami dari Dinas Pendidikan terhadap inisiatif luar biasa yang digagas oleh pihak Gereja, Keuskupan Agung Kupang, serta mitra dari perusahaan swasta nasional,” ujar Dumuliahi Djami saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (4/8/2025).

Peluncuran dua taman baca ini merupakan hasil kolaborasi antara Gereja Katolik Paroki Kolhua, Stasi Bello, dan sebuah perusahaan kecantikan nasional asal Jakarta yang turut mendukung upaya literasi dan pemberdayaan masyarakat di daerah pinggiran Kota Kupang.

Ketua Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Provinsi NTT, Polikarpus Do, juga menyatakan kesediaannya untuk menghadiri acara tersebut. Dalam pesan WhatsApp yang dikirim kepada panitia, Polikarpus memberikan apresiasi atas sinergi antara gereja dan pihak swasta yang dinilainya strategis dalam mendorong budaya literasi di NTT, khususnya di wilayah pinggiran seperti Kolhua dan Bello.

“Kolaborasi ini sangat penting dan patut diapresiasi. Literasi bukan hanya soal membaca buku, tapi tentang memberdayakan masyarakat dan membuka wawasan, terutama di wilayah pinggiran yang masih terbatas aksesnya,” ungkap Polikarpus.

Acara peluncuran ini diharapkan menjadi langkah awal bagi tumbuhnya lebih banyak pusat-pusat literasi di Kota Kupang dan sekitarnya, serta memperkuat komitmen bersama dalam membangun generasi yang cerdas dan berdaya saing.(Tim)

Paroki Kolhua dan Stasi Bello Luncurkan Taman Bacaan, Gandeng Perusahaan Nasional

Paroki Santo Fransiskus dari Assisi Kolhua bersama Stasi Bello, Keuskupan Agung Kupang, meluncurkan dua unit Taman Bacaan Masyarakat (TBM) sebagai bagian dari upaya peningkatan literasi dan pemberdayaan umat. Peluncuran resmi dijadwalkan berlangsung pada Selasa (5/8/2025) di Aula Paroki Kolhua, dan akan dihadiri berbagai pihak termasuk dari unsur pemerintah.

Pastor Paroki Kolhua, RD Longginus Bone atau yang akrab disapa Romo Dus, saat dikonfirmasi Minggu malam (3/8/2025) membenarkan rencana peluncuran tersebut.

“Pembentukan TBM ini menjadi salah satu wujud nyata keterlibatan Gereja dalam mencerdaskan umat. Gereja tidak hanya hadir dalam pembinaan iman, tetapi juga dalam pemberdayaan dan pengembangan kapasitas umat,” tegas Romo Dus.

Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama Paroki Kolhua dengan Larissa Aesthetic Center, sebuah perusahaan kecantikan nasional yang turut mendukung dengan menyumbangkan lebih dari 100 judul buku untuk melengkapi koleksi awal di dua TBM tersebut.

General Manager Larissa Aesthetic Center, Caecilia Ruli Hikmawati, S.Psi., M.M., menjelaskan bahwa pihaknya memiliki komitmen mendukung pembangunan komunitas lokal, khususnya dalam bidang literasi dan ekonomi kreatif.

“Kolaborasi ini adalah bentuk nyata kontribusi kami untuk menciptakan masyarakat yang cerdas dan mandiri. Selain menyumbangkan buku, kami juga menyiapkan pelatihan keterampilan praktis,” ujarnya.

Dalam pelatihan tersebut, peserta akan diajarkan membuat produk perawatan kulit berbahan alami seperti masker wajah. Peserta juga akan mendapatkan edukasi tentang pentingnya perawatan diri yang sehat dan berkelanjutan.

“Perempuan yang teredukasi dan mandiri adalah aset penting dalam membangun masa depan yang lebih baik,” tambah Caecilia.

Larissa Aesthetic Center yang berkantor pusat di Yogyakarta telah berkembang ke berbagai wilayah di Indonesia. Salah satu cabangnya kini hadir di Kupang, tepatnya di Jalan Frans Seda, Oebobo.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi antara Gereja, dunia usaha, dan pemerintah untuk mendorong pembangunan manusia secara menyeluruh, khususnya dalam hal literasi dan ekonomi berbasis komunitas. (TIM/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.