RADARNTT, Kalabahi – Kondisi kesehatan Bupati Alor Iskandar Lakamau dikabarkan berangsur membaik setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Siloam Kupang.
Demikian disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Alor Drs. Sony O. Alelang yang dihubungi media ini via WhatsApp Selasa, (5/8/2025) pagi.
Sony menjelaskan, Bupati Alor saat ini dalam keadaan baik-baik saja. Kemarin hari Senin, 4 Agustus 2025 telah dirujuk ke Jakarta untuk perawatan lanjutan didampingi Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo.
“Bapak Bupati sementara ini jalani perawatan di Rumah Sakit Persahabatan Jakarta dan kondisi membaik,” ungkap Sekda Sony
Sementara itu, Ketua DPRD Alor, Paulus Brikmar dalam sambutannya di kantor kecamatan Alor Barat Daya (ABAD) pada Senin, (4/8/2025) ketika menerima kontingen sepak bola kecamatan ABAD setelah mengikuti Bupati Cub mengatakan, Bupati Alor setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Siloam Kupang, pagi tadi telah dirujuk ke Jakarta.
“Oleh karena itu, kita menaikan doa dan harapan kepada Tuhan agar Tuhan turut campur tangan dalam proses perawatan sehingga mendapat proses pemulihan dari Yang Maha Kuasa. Bapak Bupati telah dirujuk ke Jakarta tadi pagi. Mari kita doakan agar kondisi bapak Bupati dapat dipulihkan kembali,” kata Brikmar.
Diberitakan sebelumnya, Direktur RSUD Alor dokter Anjas Alopada menjelaskan, Bupati Alor mengalami sakit karena dipicu oleh satu kecelakaan yang kontinu akibat aktivitas dan rutinitas yang tinggi ditunjang bupati memiliki riwayat darah tinggi. Sehingga kolaborasi antara kecelakaan dan darah tinggi ini tepatnya hari Selasa dini hari pukul 00: 30 bupati dilarikan ke rumah sakit Siloam karena peningkatan tekanan darah yang cukup tinggi.
“Sebagai medis atau orang awam saja kita yang terbiasa dengan sakit kepala kita anggap biasa ternyata itu memang butuh perawatan yang serius,” sebut dokter Anjas
Sehingga, lanjutnya, bupati masuk lGD dan dilakukan perawatan selama tujuh jam untuk memastikan kestabilan kondisi Bupati Alor Iskandar Lakamau.
“Jadi mau dibilang selama tujuh jam di hari Selasa beliau mendapat perawatan yang cukup intensif. Setelah perawatan tujuh jam itu kondisi mulai stabil. Bupati dilakukan pemindahan ke ruang perawatan lebih intensif untuk dilakukan perawatan lebih intensif oleh dokter yang spesialisasi lagi,” jelas dokter Anjas
Tujuan dilakukan pemindahan yaitu untuk penanganan lebih intensif agar tekanan darah, kondisi fisik dan susunan saraf semua bisa terkontrol dan dimonitor lebih ketat.
“Puji Tuhan selama empat hari tekanan darah kembali stabil tanpa menggunakan alat bantu darah. Dan kondisi kesehatan berangsur membaik dan bisa pulih segera,” ungkapnya.
Oleh karena itu, sebagai pemerintah, praktisi kesehatan dan juga sebagai perwakilan keluarga memutuskan untuk mendapat perawatan yang optimal dan maksimal dalam waktu dekat sesuai dengan hasil pembicaraan dengan Wakil Bupati dan Sekda, mungkin akan merencanakan untuk merujuk ke salah satu rumah sakit di jakarta di mana rumah sakit itu fokus untuk melayani khusus pasien yang mengalami tekanan darah tinggi, pembuluh darah dan syaraf. (NB/RN)







