Dosen IAKN Kupang Diduga Hina Mahasiswa saat Kuliah Daring

oleh -215 Dilihat
banner 468x60

Oleh: Clementina Alinie N. Lori Riwu

“Kasus dosen IAKN Kupang yang sempat viral pada April 2026 adalah kasus dugaan penghinaan terhadap mahasiswa saat perkuliahan daring.”

Menurut rekaman video yang beredar di media sosial, seorang dosen berinisial JS saat mengajar mata kuliah Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen memanggil nama mahasiswa untuk mengecek kehadiran. Namun, ketika mahasiswa menjawab, dosen tersebut diduga melontarkan kata-kata seperti “manusia bodoh” dan “binatang” kepada mahasiswa. Video berdurasi sekitar 2 menit 27 detik itu kemudian menjadi viral dan menuai kritik dari masyarakat.

Opini mengenai kasus tersebut: Menurut saya, kasus dosen IAKN Kupang yang viral karena diduga menghina mahasiswa saat perkuliahan daring merupakan peristiwa yang sangat disayangkan. Sebagai seorang dosen, tugas utama bukan hanya menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga membimbing, mendidik, dan menjadi teladan bagi mahasiswa. Oleh karena itu, penggunaan kata-kata yang bernada menghina atau merendahkan mahasiswa tidak mencerminkan sikap profesional yang seharusnya dimiliki oleh seorang pendidik.

Dalam dunia pendidikan, komunikasi memiliki peran yang sangat penting. Hubungan antara dosen dan mahasiswa seharusnya dibangun atas dasar rasa saling menghormati. Ketika seorang dosen menggunakan kata-kata seperti “manusia bodoh” atau istilah lain yang bersifat merendahkan, mahasiswa dapat merasa malu, tersinggung, kehilangan kepercayaan diri, bahkan mengalami tekanan psikologis. Dampak tersebut dapat memengaruhi semangat belajar dan hubungan antara dosen dengan mahasiswa di masa mendatang.

Saya memahami bahwa dosen juga manusia yang dapat mengalami kelelahan, stres, atau emosi ketika menghadapi berbagai situasi dalam proses pembelajaran. Namun, kondisi tersebut tidak dapat dijadikan alasan untuk mengeluarkan ujaran yang dapat melukai perasaan mahasiswa. Seorang pendidik dituntut untuk mampu mengendalikan emosi dan menyampaikan kritik dengan cara yang lebih bijaksana. Jika terdapat mahasiswa yang kurang aktif, tidak disiplin, atau melakukan kesalahan, dosen tetap dapat memberikan teguran yang tegas tanpa harus menggunakan kata-kata yang bersifat menghina.

Selain itu, saya menilai bahwa perkembangan teknologi dan media sosial membuat setiap tindakan atau ucapan seseorang dapat dengan cepat diketahui oleh masyarakat luas. Ketika rekaman perkuliahan tersebut tersebar dan menjadi viral, tidak hanya nama dosen yang terdampak, tetapi juga citra institusi pendidikan tempat dosen tersebut bekerja. Oleh karena itu, seluruh civitas akademika perlu lebih berhati-hati dalam berkomunikasi, terutama dalam kegiatan pembelajaran yang dilakukan secara daring.

Saya juga mengapresiasi langkah pihak kampus yang melakukan pemeriksaan terhadap dosen yang bersangkutan. Tindakan ini menunjukkan bahwa kampus memiliki komitmen untuk menjaga etika akademik dan melindungi hak-hak mahasiswa. Penanganan yang dilakukan secara profesional dan adil sangat penting agar semua pihak mendapatkan kejelasan serta pembelajaran dari kasus tersebut.

Dari sudut pandang pendidikan, kasus ini dapat dijadikan refleksi bagi dosen maupun mahasiswa. Dosen perlu meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya komunikasi yang santun, empati, dan profesional dalam proses pembelajaran. Sementara itu, mahasiswa juga dapat belajar tentang pentingnya menghargai dosen dan menjaga etika selama mengikuti perkuliahan. Dengan demikian, hubungan yang harmonis antara dosen dan mahasiswa dapat terus terjalin.

Secara keseluruhan, saya berpendapat bahwa tindakan menghina mahasiswa tidak dapat dibenarkan karena bertentangan dengan nilai-nilai pendidikan yang mengedepankan penghormatan terhadap martabat manusia. Seorang dosen seharusnya menjadi contoh dalam penggunaan bahasa yang baik dan mampu memberikan kritik secara konstruktif.

Saya berharap kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak agar lingkungan pendidikan dapat menjadi tempat yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan akademik maupun karakter mahasiswa.

Penulis adalah Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris UNWIRA Kupang

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.