RADARNTT, Kupang – Pengurus Pusat Muhammadiyah memilih Provinsi NTT untuk merayakan Milad ke-112 Muhammadiyah dan Sidang Tanwir I Periode ke 48 di Kota Kupang. Milad Muhammadiyah kali ini mengusung tema “Menghadirkan Kemakmuran untuk semua”. Kegiatan yang berlangsung beberapa hari ke depan dihadiri dan dibuka langsung oleh Presiden RI Bapak Prabowo Subianto.
Ketua Pemuda Katolik Komisariat Daerah (KOMDA) Nusa Tenggara Timur (NTT) mendoakan dan mendukung penuh agar kegiatan akbar ini dapat terselenggara dengan baik dan lancar.
Selain itu, pihaknya memandang hal ini sebagai momentum yang bersejarah bagi perjalanan pembangunan daerah NTT.
“Tentu kita yakini akan banyak keputusan dan kebijakan strategis lahir dari sidang Tanwir dan kesemuanya itu adalah ekspresi serta tanda rasa syukur atas perjalanan karya Muhammadiyah dalam ikut serta membangun dan memajukan bangsa Indonesia,” ujar Yuven Tukung, Rabu (4/12/2024).
Pemuda Katolik ikut merasa bersukacita dan bersyukur bersama keluarga besar Muhammadiyah, kata Yuven. Usia 112 tahun bukan usia yang pendek dan telah melampaui satu abad. Dalam rentang sejarah perjalanan usianya yang ke-112, NTT telah menjadi bagian dari hasil karya Muhammadiyah yang monumental, dengan kata lain Muhammadiyah selama ini telah ikut mengambil bagian dalam pembangunan daerah ini.
“Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa keberadaan kampus Muhammadiyah Kupang telah berkontribusi dalam pembangunan sumberdaya manusia yang kini telah terdistribusi dalam berbagai sektor pembangunan. Ini sangat luar biasa dan menjadikan NTT sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan akbar ini,” tandasnya.
Kegiatan ini merupakan momentum bersejarah yang sekaligus menjadi kado terindah pada akhir tahun oleh Muhammadiyah untuk NTT. Apalagi momentum ini sekaligus sebagai tanda dimulainya pembangunan Rumah Sakit Pendidikan.
“Maka dari itu kami sampaikan terima kasih banyak untuk Muhammadiyah yang tiada hentinya memberikan perhatiannya untuk NTT. Kami menilai kehadiran RS Pendidikan ini sangat penting dalam rangka meningkatkan fasilitas pelayanan dan kualitas proses pendidikan di bidang kesehatan,” tegasnya.
Selain itu, lanjutnya, dengan ini memberi masyarakat tawaran akses ke banyaknya pilihan fasilitas pelayanan kesehatan yang berkualitas.
“Ini sangat baik dalam mewujudkan pembangunan kesehatan bagi NTT untuk semakin kompetitif dan makin beragam serta tentunya makin mudah dijangkau,” pungkas Yuvensius Tukung.
Kota Kupang menjadi tuan rumah peringatan Milad ke-112 Muhammadiyah sekaligus Tanwir, yang digelar pada 4-6 Desember 2024. Kegiatan ini mengusung tema “Menghadirkan Kemakmuran untuk Semua” dan diikuti oleh 350 peserta, termasuk perwakilan Pimpinan Wilayah, Pimpinan Pusat, dan Organisasi Otonom Muhammadiyah.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, dalam pidato Milad ke-112 pada Senin (18/11/2024), menjelaskan bahwa pemilihan Kupang sebagai lokasi kegiatan dilatarbelakangi oleh beberapa alasan strategis.
“Pertama, untuk memberi apresiasi dan dukungan penuh atas kemajuan Muhammadiyah di Nusa Tenggara Timur, termasuk Universitas Muhammadiyah Kupang (UMK) yang terus berkiprah memajukan daerah dan masyarakat,” ungkapnya.
Selain itu, Haedar menambahkan, “Kami juga ingin meningkatkan kontribusi Muhammadiyah di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat.”
Kegiatan Tanwir yang merupakan permusyawaratan tertinggi setelah Muktamar dirancang tidak hanya untuk menegaskan langkah persyarikatan, tetapi juga sebagai momen syiar yang lebih luas. Haedar Nashir menekankan bahwa penyatuan Milad dengan Tanwir bertujuan menciptakan efisiensi dan meneguhkan sinergi antarwarga Muhammadiyah.
Pembukaan acara yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Kupang (UMK) pada 4 Desember dihadiri dan dibuka oleh Presiden Prabowo Subianto. Presiden hadir bersama sejumlah elite nasional, warga Muhammadiyah, tokoh masyarakat, dan warga setempat yang hadir memeriahkan acara.
Tema yang diusung tahun ini, “Menghadirkan Kemakmuran untuk Semua,” mencerminkan cita-cita besar Muhammadiyah untuk mewujudkan kesejahteraan yang merata di seluruh lapisan masyarakat.
“Kemakmuran adalah kehidupan di mana semua kondisi dan kekayaan negara dipergunakan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat,” ujar Haedar Nashir.
Haedar juga mengaitkan makna tema ini dengan konsep “Gemah Ripah Loh Jinawi” dalam khazanah bangsa dan “Baldatun Thayyibatun Warabbun Ghafur” dalam idealisasi Islam, sebagaimana termaktub dalam QS Saba’ ayat 15.
Dengan pelaksanaan Tanwir di Kupang, Muhammadiyah berharap dapat menggalang kerja sama dengan berbagai pihak untuk memajukan kehidupan bangsa, baik di NTT maupun di seluruh Indonesia. Melalui semangat kebersamaan dan sinergi, Muhammadiyah berkomitmen terus berkontribusi menghadirkan kemakmuran bagi seluruh rakyat. (TIM/RN)







