RADARNTT, Kalabahi – Berbeda dari biasanya, Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus di Kabupaten Alor tahun 2024, saat pengibaran bendera merah putih bertindak sebagai Inspektur upacara Asisten Deputi (Asdep) Potensi Kawasan Perbatasan Darat (PKPD) Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Brigjen Pol. Ederie Richard Maith. Sementara pada upacara penurunan bendera merah putih Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian bertindak sebagai Inspektur upacara.
Mendagri, Tito Karnavian bersama Istri dan rombongan didampingi Pj. Bupati Alor, Zet Soni Libing, bersama Istri saat tiba di Rumah Jabatan Bupati Alor disambut Tarian Adat dari Kampung Adat Takpala dan Tarian Adat Kampung Monbang serta Grup Musik dan Tarian oleh pelajar dari SD. GMIT Pulelang.
Mendagri bersama Istri memasuki Rumah Jabatan Bupati Alor dan di Nobatkan secara Adatiah menggunakan pakaian Adat asal Alor Pantar yang disematkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Alor, Ferdi I. lahal.
Mendagri bersama Istri, dan Rombongan, melanjutkan perjalanan menuju di Stadion Mini Kalabahi guna memimpin Upacara Penurunan Bendera, Sabtu (17/8/2024) sore.
Mendagri memuji pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) yang sukses menjalankan tugasnya pada upacara penurunan bendera kali ini. Menurut Tito, kualitasnya tidak kalah dengan yang ada di tempat lain di seluruh Indonesia.
Mendagri Tito pun tak segan-segan memberi nilai sempurna (angka 10) kepada Paskibraka di Alor.
“Ini menjadi kebanggaan bagi kita semua dan bagi saya yang pertama kali ke Kabupaten Alor menjadi cerminan bahwa masyarakat, adik-adik, anak-adik generasi muda di Kabupaten Alor memiliki potensi yang sangat tinggi untuk melompat maju ke depan,” ujarnya, dilansir kompas.com.
Sebelumnya, dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79, Kabupaten Alor menggelar upacara bendera yang berlangsung khidmat di Stadion Mini Kalabahi, Kecamatan Teluk Mutiara, Kabupaten Alor – NTT, , Sabtu (17/8/2024) pagi.
Upacara ini dipimpin oleh Asisten Deputi (Asdep) Potensi Kawasan Perbatasan Darat (PKPD) Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Brigjen Pol. Ederie Richard Maith, S.I.K., yang hadir mewakili Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia, Mohammad Tito Kurniawan yang rencananya baru akan tiba di Kabupaten Alor, siang ini pukul 15.00 WITA dan akan bertindak selaku Inpektur Upcara memimpin Upacara Penurunan Bendera, yang dimulai sore, pukul 17.00 WITA.
Dalam amanatnya, Brigjen Pol. Ederie Richard Maith menekankan pentingnya peringatan HUT RI ke-79 yang mengusung tema “Nusantara Baru, Indonesia Maju”. Tema ini, menurutnya, sangat relevan dengan tiga momentum penting yang tengah dihadapi bangsa Indonesia saat ini, yaitu: hadirnya Ibu Kota Negara (IKN) baru, hadirnya pemimpin baru Indonesia, dan dimulainya visi jangka panjang Indonesia Emas 2045.
“IKN Nusantara bukan sekadar pusat pemerintahan baru, tetapi juga simbol dari tekad dan komitmen bangsa Indonesia untuk terus maju dan berkembang. Ini adalah lambang transformasi yang diharapkan dapat membawa perubahan signifikan, termasuk di wilayah-wilayah perbatasan seperti Kabupaten Alor,” ujar Brigjen Pol. Ederie.
Upacara ini dihadiri oleh Penjabat (Pj) Bupati Alor, Dr. Drs. Zet Soni Libing, M.Si., Pimpinan DPRD Kabupaten Alor, Wakil Ketua DPRD, Soleiman Singh dan Drs. Yulius Mantaon, bersama anggota DPRD lainnya. Hadir pula Sekretaris Daerah Kabupaten Alor, Drs. Soni Alelang, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri RI, Aang Witarsa Rofik, M.Si., Irwasda Polda NTT, Kombes Pol. I Made Sudarta, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Alor, serta berbagai tokoh masyarakat, agama, dan pejabat daerah lainnya.
Brigjen Pol. Ederie juga menekankan bahwa semangat kemerdekaan harus dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia, termasuk di wilayah-wilayah perbatasan yang sering kali luput dari perhatian. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bekerja sama dalam pembangunan daerah, menciptakan kesejahteraan, serta menjaga kerukunan dan persatuan.
“Pemerintah menaruh perhatian besar pada pembangunan wilayah perbatasan sebagai bagian integral dari upaya memperkuat kedaulatan dan kesejahteraan sosial. Dengan adanya Ibu Kota baru ini, kita berharap dapat mengurangi kesenjangan antar wilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif,” tambahnya.
Upacara yang berlangsung dengan khidmat ini juga menjadi momentum penting bagi masyarakat Kabupaten Alor untuk merefleksikan kembali arti kemerdekaan dan semangat gotong royong dalam membangun bangsa yang lebih maju dan berdaulat. (Prokom Setda Alor)







