KWI Serukan Dengarkan Suara Rakyat, Tolak Kekerasan dan Anarki

oleh -976 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Jakarta – Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) menyatakan keprihatinan mendalam atas merebaknya kekerasan dan tindakan anarkis yang terjadi dalam dinamika sosial-politik di berbagai daerah. KWI menegaskan, aspirasi rakyat harus didengar dan ditanggapi dengan bijak, bukan dengan kebijakan yang melukai rasa keadilan.

“Kami menyampaikan rasa duka yang mendalam terhadap saudara-saudari yang mengalami cedera bahkan kehilangan nyawa ketika memperjuangkan kebenaran dan keadilan serta saat mengungkapkan belarasa pada yang terluka dan menderita,” demikian pernyataan yang ditandatangani Ketua KWI, Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, OSC, dan Sekretaris Jenderal KWI, Mgr. Paskalis Bruno Syukur, OFM.

Dalam pernyataan sikap pada Sabtu, 30 Agustus 2025, KWI mengimbau pemerintah, legislatif, dan yudikatif untuk lebih rendah hati mendengarkan harapan masyarakat, terutama mereka yang miskin, rentan, dan mengalami ketidakadilan. KWI juga mendorong agar kebijakan atau rencana yang berpotensi mencederai rasa keadilan rakyat berani dikoreksi, bahkan dibatalkan.

Selain itu, KWI menekankan pentingnya sikap bijaksana aparat keamanan dalam menjaga ketertiban umum. Aparat diharapkan tidak bertindak represif, melainkan tetap menjunjung tinggi martabat kemanusiaan dan memastikan rasa aman bagi seluruh rakyat.

Kepada masyarakat, KWI mengajak untuk tetap kritis, tidak mudah terprovokasi, serta menolak cara-cara kekerasan. Gereja menyerukan semua pihak—baik lembaga pendidikan, organisasi, maupun institusi keagamaan—untuk terus menanamkan nilai persaudaraan, kebersamaan, dan cinta damai.

“Marilah kita menahan diri dari berbagai godaan untuk melakukan tindakan provokatif dan kriminal yang menimbulkan kerusakan dan kerugian serta mengganggu perdamaian dan persatuan bangsa,” tegas pernyataan itu.

KWI menutup seruan dengan ajakan untuk bergandengan tangan, bergotong-royong, dan memancarkan energi positif demi Indonesia yang damai, adil, dan sejahtera.

“Kiranya Tuhan memberkati niat baik kita dan melindungi negara kita tercinta, Indonesia,” demikian doa KWI.

Diketahui, sejak 25 Agustus 2025 massa aksi berdemonstrasi di sejumlah kota di tanah air seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Mataram, Makassar berujung rusuh dan pembakaran sejumlah fasilitas umum gedung pemerintah.

Massa juga menjarahan rumah pribadi beberapa politisi seperti Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari Partai NasDem, Eko Patrio dan Uya Kuya dari Partai Amanat Nasional. (TIM/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.