Gubernur Laka Lena Dukung Upaya Konservasi Laut Alor

oleh -1371 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Kalabahi – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, mendukung penuh upaya konservasi laut dan pemberdayaan masyarakat pesisir yang dijalankan oleh organisasi Thresher Shark Indonesia (TSI).

Demikian disampaikan oleh Program Menejer TSI Yodhikson Marvelous melalui staf Umar Tusin kepada media ini Sabtu, (26/7/2025).

Menurut Umar Tusin, dukungan ini disampaikan Gubernur Laka Lena, saat menerima audiensi perwakilan TSI di Kantor Gubernur NTT, Kupang, pada Jumat, (25/7/2025).

Dalam pertemuan tersebut, TSI yang diwakili oleh Program Manejer, Yodhikson Marvelous Bang, memaparkan laporan tahunan 2024, termasuk capaian penting di Kabupaten Alor berupa penurunan drastis perburuan hiu tikus (Alo pias pelagicus) dari sekitar 300 ekor per tahun menjadi hanya 20–30 ekor.

Penurunan ini dicapai melalui pendekatan edukatif dan pendampingan kepada nelayan lokal yang kini beralih ke penangkapan ikan tuna. Sementara itu, para istri nelayan diberdayakan melalui usaha mikro seperti produksi abon tuna, granola jagung titik, dan kerajinan tenun bermotif hiutikus.

Gubernur NTT mengapresiasi pendekatan TSI yang menggabungkan pelestarian lingkungan dengan penguatan ekonomi masyarakat. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi siap membangun kolaborasi lebih lanjut, termasuk memperluas program pendidikan konservasi ke sekolah-sekolah lain di seluruh NTT, serta memperkuat sektor UMKM dan ekowisata berbasis laut.

“Luar biasa anak-anak muda ini. Kita harus dukung mereka,” ujar Gubernur Laka Lena, sembari menginstruksikan dinas-dinas terkait untuk menindaklanjuti peluang kerjasama dengan TSI secara konkret.

TSI juga menyampaikan rencana ekspansi program konservasi ke wilayah Flores Timur, dengan fokus pada spesies pari mo bula di Kecamatan Solor Timur. Program ini akan melibatkan anak muda dan memanfaatkan media sosial sebagai alat kampanye kreatif untuk menjangkau lebih banyak komunitas pesisir. Dukungan Pemerintah Provinsi dinilai penting agar inisiatif ini dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

Di bidang pendidikan, lanjut Umar Tusin, TSI telah mengembangkan kurikulum konservasi laut yang saat ini diterapkan di 15 sekolah dasar di Alor. Kurikulum ini mencakup materi teori dan kegiatan lapangan yang mendorong keterlibatan siswa dalam pelestarian lingkungan laut.

TSI berencana memperluas implementasi kurikulum ini ke lima sekolah tambahan dan berharap Pemerintah Provinsi dapat membantu dalam penyediaan alat peraga ,modul pembelajaran dan jaringan sekolah mitra.

Selain kegiatan edukasi dan ekonomi, TSI juga mengusulkan penyusunan Peraturan daerah (Perda) konservasi dan perlindungan satwa laut sebagai upaya memperkuat kerangka hukum pelestarian biodiversitas laut, serta menjamin keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir.

Diskusi yang berlangsung hangat tersebut turut menyinggung potensi sinergi di berbagai bidang, mulai dari wisata bahari, pendidikan lingkungan hidup, hingga ekonomi kreatif komunitas.

Pemerintah Provinsi menyambut baik semangat dan inovasi yang ditunjukkan oleh generasi muda dalam inisiatif seperti TSI dan berkomitmen menjadikan model ini sebagai referensi untuk pengelolaan wilayah pesisir lain di seluruh NTT.

Pertemuan ini turut dihadiri oleh Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Setda Provinsi NTT, Kepala Dinas Kehutanan, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Sekretaris Dinas Pariwisata, serta Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif.

Diskusi berlangsung konstruktif dan menjajaki peluang kolaborasi lintas sektor dalam mendukung program-program konservasi dan pemberdayaan masyarakat berbasis laut. Tentang Thresher Shark Indonesia merupakan sebuah inisiatif yang bergerak di bidang konservasi Hiu Tikus berbasis masyarakat. TS l dipelopori oleh anak muda Indonesia pada tahun 2018, dengan tujuan proyek ini adalah untuk memahami kerentanan populasi dan habitat kritis Hiu Tikus dengan melibatkan komunitas lokal.

“Misi kami adalah untuk menyediakan informasi terkait habitat kritis Hiu Tikus di Alor,Nusa Tenggara Timur. Dengan melibatkan masyarakat, siswa lokal, pusat selam, dan resort untuk bergabung dan bekerja bersama dalam program-program kami,” jelasnya.

Hal ini, kata Umar Tusin, bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan semangat masyarakat tentang konservasi Hiu Tikus. (NB/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.