NasDem Ingatkan Pemerintah Tak Sepelekan Virus HMPV Dorong Mitigasi Dini

oleh -1731 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Jakarta – Ketua Bidang Kesehatan DPP Partai NasDem Okky Asokawati, mengimbau pemerintah yang membidangi sektor kesehatan untuk memerhatikan keberadaan virus Human Metapneumovirus (HMPV) yang telah terkonfirmasi masuk ke Indonesia.

Menurutnya HMPV yang menyerang saluran pernapasan (ISPA) ini harus menjadi perhatian serius pemerintah. Harus ada mitigasi berdasarkan ilmu pengetahuan.

“Kami mengingatkan pemerintah untuk tidak menyepelekan keberadaan virus HMPV ini. Pengambilan kebijakan dalam mitigasi ini harus didasarkan pada ilmu pengetahuan, data, dan perkembangan global,” kata Okky di Jakarta, Senin, 13 Januari 2025 dilansir metrotv.

Anggota Komisi Kesehatan DPR dua periode ini meminta pemerintah melibatkan para pemangku kepentingan. Seperti ilmuwan dan tenaga kesehatan sebagai bahan dalam pengambilan keputusan terkait penanganan virus ini. 

“Libatkan para ilmuwan dan tenaga kesehatan, yang didasari pada data penyebaran virus baik domestik maupun global,” ujar Okky.

Okky meyakini daya tahan masyarakat Indonesia dalam menghadapi virus HMPV ini telah teruji sebelumnya saat masa pandemi Covid-19. Meski resiliensi masyarakat Indonesia sudah teruji selama Covid-19, sikap waspada dengan tanpa ketakutan yang berlebihan harus senantiasa dipedomani.

Model senior ini juga mengingatkan berbagai pihak untuk meningkatkan gaya hidup sehat dengan meningkatkan imunitas. Sekaligus, senantiasa menggunakan masker bagi yang sakit untuk menghindari terpapar virus HMPV. 

“Gaya hidup sehat harus semakin ditingkatkan dan perilaku hidup sehat dengan memakai masker khususnya bagi yang sakit saat di ruang publik,” ujar Okky. 

Dinas Kesehatan Jakarta mengonfirmasi menemukan 79 kasus warga terpapar HMPV. Pada 2024 terdapat 121 kasus, dan pada 2023 ada 13 kasus.

Sebelumnya, dilansir Dinas Kesehatan Provinsi Aceh, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta masyarakat untuk tidak panik, karena HMPV bukanlah virus baru dan sudah dikenal dalam dunia medis.

“HMPV sudah lama ditemukan di Indonesia, kalau dicek apakah ada, itu ada. Saya sendiri kemarin melihat data di beberapa lab, ternyata beberapa anak ada yang terkena HMPV,” kata Menkes di Jakarta, Senin (6/1/2025).

Menkes menjelaskan, virus HMPV berbeda dengan virus COVID-19. Menurutnya, COVID-19 merupakan virus baru, sedangkan HMPV adalah virus lama yang sifatnya mirip dengan flu. Sistem imunitas manusia sudah mengenal virus ini sejak lama dan mampu meresponsnya dengan baik.

“Berbeda dengan COVID-19 yang baru muncul beberapa tahun lalu, HMPV adalah virus lama yang sudah ada sejak 2001 dan telah beredar ke seluruh dunia sejak 2001. Selama ini juga tidak terjadi apa-apa juga,” ujar Menkes.

Mengenai pemberitaan tentang meningkatnya kasus HMPV di Tiongkok, Menkes menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. Hal ini juga telah dikonfirmasi oleh pemerintah Tiongkok dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Menurutnya, peningkatan kasus flu biasa di negara empat musim seperti Tiongkok sering terjadi saat musim dingin.

“Saya sudah lihat datanya, yang naik di China itu virusnya bukan HMPV melainkan tipe H1N1 atau virus flu biasa. HMPV itu ranking nomor tiga di China dari sisi prevalensi, jadi itu tidak benar,” kata Menkes.

Menkes Budi juga menegaskan bahwa HMPV bukanlah virus yang mematikan. Virus ini memiliki karakteristik mirip dengan flu biasa, dengan gejala seperti batuk, demam, pilek, dan sesak napas. Sebagian besar orang yang terinfeksi akan pulih dengan sendirinya tanpa memerlukan perawatan khusus.

Penularan virus HMPV serupa dengan virus flu lainnya, yaitu melalui percikan air liur atau droplet dari individu yang terinfeksi. Meskipun umumnya tidak berbahaya, kelompok rentan seperti anak-anak, orang lanjut usia, dan individu dengan kondisi kesehatan tertentu tetap perlu waspada. (TIM/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.