30 Mahasiswa Poltekkes Kupang Dampingi Balita Stanting Liliba

oleh -1086 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Kupang – Sebanyak 30 mahasiswa program studi gizi dari Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan, Kupang, Nusa Tenggara Timur, selama satu bulan bakal membaur bersama para kader Posyandu mendamping Balita Stunting di Kelurhan Liliba, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang dalam kegiatan Mahasiswa Peduli Stunting atau “Penting”.

“Kelurahan Liliba, ketibaan rejeki. Betapa tidak, sebanyak 30 mahasiswa dari Poltekkes Kemenkes Kupang, segera bergabung dengan para kader Posyandu di kelurahan ini utuk mendampingi pola asuh anak-anak stunting selama satu bulan,” kata Lurah Liliba, Viktor A. Makoni, S.Sos, di Kupang, Senin, 14 Oktober 2024, ketika membuka dan menutup pembekalan bagi 30 mahasiswa itu pada Program “Fasilitasi dan Koordinasi Pendampingan Perguruan Tinggi dalam 12 Provinsi Prioritas Stunting”.

Lurah Makoni yang juga membawa materi pembekalan tentang “Program Stunting di Kelurahan Liliba, Proses dan Tantangannya” pada kesempatan itu mengatakan kelurahan yang dipimpinannya ini wilayah cakupannya luas, terdiri dari 52 RT dan 16 RW itu, semuanya memiliki Balita Stunting diantaranya (sebagai sampling) pada Posyandu Melati I yang membawahi balita stunting di RW13 dan RW1 terdapat 16 anak yang terdiri dari RT01; 1 anak, RT02; 6 anak, RT31; 3 anak, RT32; 2 anak dan RT46; 4 anak.

Sehingga, kata Viktor, ketika ada kebijakan pimpinan Poltekkes Kemenkes Kupang bekerjasama dengagn BKKBN NTT untuk kegiatan mahasiswa Pendampingan Stunting (Penting) ini, kami menyambut gembira dengan berterimakasih atas attensi ini.

“Jujur kami menyambut dengan gembira dan bahkan berterimakasih kepada Direktur Poltekes Kemenkes Kupang dan Kepala BKKBN Provinsi NTT, atas kebijakan kegiatan mahasiswa “Penting” di Kelurahan Liliba,” kata Lurah Makoni di hadapan 30 mahasiswa Poltekes dan beberapa Ketua RW dan sekitar 12 kader Posyandu dalam kelurahan Liliba yang mehadiri undangan kegiatan pembekalan ini.

Lebih lanjut, Makoni yang menjabat Lurah Liliba sejak 2018 silam ini, mengatakan selama itu, pihaknya rutin menjalankan program penanganan bagi Balita Stunting diantaranya Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk menambah asupan gizi, penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan.

Tantangan yang dihadapi adalah ada sejumlah oknum warga dari kelurahan lain dalam beberapa kasus melakukan perpindahan dan diam-diam tinggal secara inde kost untuk menunggu waktu kelahiran dan atau bahkan menitipkan balitanya di keluarganya di Kelurahan Liliba, sehingga menambah jumlah Balita Stunting.

“Ini tantangan bagi kami dan solusinya, terus mengaktifkan 12 Posyandu dan secara terjadwal, para kader-kader yang ditunjuk secara militan dan berjiwa besar melakukan pelayanan,” katanya.

Selain Lurah Makoni, pembakalan bagi mahasiswa Penting itu juga diutarakan Dr. Aemilianus Mau, S.Kep, Ns, M.Kep yang membedah topik; “Peran PT Mencegah Stunting melalui kegiatan Mahasiswa PENTING.

Dr Aemilianus Mau, secara spesifik memberikan pembekalan tentang Bonus Demografi, ancaman dan tantangannya serta strategi mengoptimalkan dari bonus demografi itu sendiri.

Stunting merupakan, ancaman serius bagi Bonus Demografi, karena itu waspada stunting akibat makanan kurang, anemia, kurang zat gizi mikro bagi seorang remaja merupakan awal dari adanya stunting,” kata Aemilianus Mau yang juga Ketua DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Provinsi NTT.

Sehingga adanya 68.419 “Kampung Keluarga Berkualitas” yang telah dicanangkan pada satuan wilayah setingkat desa sebagai konvergensi pemberdayaan dan penguatan institusi keluarga dalam selurah dimensinya guna meningkatkan lualitas SDM keluarga dan masyrakat umum adalah bentuk kewaspadaan lain mengatasi Stunting, selain Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT).

Untuk maksud tersebut kata Dosen pada Poltekes Kemenkes Kupang ini, (Kampung Berkualitas dan DASHAT) ini, kegiatan mahasiswa PENTING, sebagai wujud kepedulian mahasiswa terhadap Stunting, seperti sosialisasi dan pendampingan langsung kepada masyarakat setelah sebelumnya menerima ilmu di kampus.

Sementara itu, Herlina Tanderung, SKM,M.Kes dari Puskesmas Oepoi pada kesempatan itu membidik topik Program Gizi Puskesmas dan Stunting diantaranya Wasting Gizi Buruk dan Gizi Kurang dengan ciri-cirinya, Penyebab dan masalahnya serta Pencegahan dan Penanggulangannya.

Dam pembicara terakhir dalam pembekalan itu adalah Ketua TP PKK Kelurahan Liliba, Ny Yetti Festiana Makoni Dimu, melalui Sekretarisnya Ny. Keban menguraikan topik: Dukungan PKK terhadap Pencegahan dan Penanganan Stunting di Kelurahan Liliba. (HB/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.