RADARNTT, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan melaksanakan lelang eksekusi barang rampasan negara berdasarkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap. Lelang ini dilakukan melalui perantaraan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) pada Rabu, 17 September 2025, secara daring.
Sebelum lelang dilaksanakan, KPK membuka kesempatan bagi calon peserta untuk melihat objek lelang (aanwijzing) pada Kamis (11/9/2025) pukul 10.00-15.00 berlokasi di Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) KPK, Jalan Dewi Sartika Nomor 68, Cawang, Jakarta Timur.
Selain itu, calon peserta juga dapat menghubungi Jaksa KPK untuk informasi lebih lanjut melalui Leo Manalu (0811603665), Aryaguna (081350115709/087883360290), serta Anggiat Sautma (082217100992).
Objek dan Mekanisme
Adapun barang rampasan yang akan dilelang meliputi berbagai aset tidak bergerak dan bergerak, antara lain tanah dan bangunan di Jakarta, Bogor, Bandung, Cirebon, dan Bali; unit apartemen dan rumah susun di Jakarta, Bogor, serta sekitarnya.
Selain itu, terdapat kendaraan bermotor, perhiasan emas, hingga barang elektronik (gawai, laptop, perangkat forensic) serta nilai limit bervariasi mulai dari jutaan hingga puluhan miliar rupiah sesuai jenis objek dan lokasi.
Lebih lanjut, lelang dilakukan secara tertutup (closed bidding) melalui aplikasi dan situs www.lelang.go.id. Peserta diwajibkan menyetor uang jaminan sesuai ketentuan masing-masing objek paling lambat sehari sebelum pelaksanaan.
Ketentuan dan Syarat
Sehubungan dengan itu, masyarakat dan calon peserta lelang diimbau untuk memperhatikan dengan seksama ketentuan dan persyaratan yang berlaku:
- Nominal jaminan yang disetorkan ke rekening Virtual Account harus sama dengan nominal yang disyaratkan.
- Jaminan wajib sudah efektif diterima KPKNL paling lambat satu hari kalender sebelum pelaksanaan lelang.
- Segala biaya transaksi perbankan yang timbul sepenuhnya menjadi tanggung jawab peserta lelang.
- Peserta wajib memiliki akun terverifikasi pada situs resmi https://lelang.go.id.
- Tata cara serta syarat mengikuti lelang dapat dipelajari pada menu “Tata Cara dan Prosedur” dan “Panduan Penggunaan” di situs tersebut.
- Peserta wajib memahami dan menyetujui seluruh aspek legal objek lelang sesuai kondisi nyata.
- Jika terjadi pembatalan atau penundaan lelang, peserta maupun pihak yang berkepentingan tidak dapat mengajukan tuntutan dalam bentuk apapun kepada KPKNL Jakarta III, pejabat lelang, maupun KPK selaku penjual.
Melalui mekanisme ini, KPK memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan barang rampasan negara. Hasil lelang sepenuhnya akan disetorkan ke kas negara sebagai bagian dari upaya pemulihan kerugian akibat tindak pidana korupsi.
Menurut Pengamat Hukum Tata Negara, Dr. Yohanes Tuba Helan, SH., M.Hum lemahnya integritas pejabat menjadi faktor utama tumbuh suburnya korupsi di Indoneisa pada berbagai level.
“Menurut saya persoalan terletak pada integritas pejabat. Untuk menemukan pemimpin berintegritas tinggi, maka perlu dilakukan penelusurañ rekam jejak masa lalu sejak masih sekolah, kehidupan dalam keluarga, tempat domisili,dan lingkungan kerja sebelum,” tegas Tuba Helan.
Ia mengatakan, banyak pejabat berpendidikan tinggi tapi integritas rendah, motivasi menjadi pejabat bukan untuk melayani/mengabdi tapi untuk mengumpul harta kekayaan, akhirnya korupsi.
Tuba Helan mendorong Pemerintah dan DPR agar segera mengesahkan Undang-Undang Perampasan Aset agar bisa segera dieksekusi yang memberi jalan bagi pemiskinan koruptor.
“Semoga dengan begitu ada efek jera bagi orang melakukan hal korupsi yang sangat merugikan rakyat,” tandasnya.
Tuba Helan menegaskan, Undang-Undang perampasan aset tidak pernah disahkan, karena ada kepentingan anggota dewan untuk melindungi para koruptor. Korupsi terus saja terjadi karena aturan lemah, sehingga tidak membawa efek jera. (TIM/RN)







