Wismaraya II Resmi Dibuka, Pariwisata Alor Pendorong Ekonomi Rakyat

oleh -61 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Kalabahi – Pariwisata menjadi pendorong ekonomi rakyat, Pekan Wisata Maju Rakyat Sejahtera (Wismaraya) II Kabupaten Alor Tahun 2026 resmi dibuka.

Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur, Alexon Lumba yang hadir mewakili Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena di Lapangan Mini Kalabahi, Rabu (9/9/2026).

Wismaraya II yang berlangsung pada 9–14 September 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat promosi pariwisata, pelestarian seni dan budaya, pengembangan ekonomi kreatif serta pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Alor.

Mewakili Gubernur NTT, Alexon Lumba menyampaikan apresiasi dan penghargaan Pemerintah Provinsi NTT kepada Pemerintah Kabupaten Alor, khususnya Dinas Pariwisata Kabupaten Alor, panitia dan seluruh pihak yang telah bekerja keras menginisiasi serta menyelenggarakan Wismaraya II.

Menurut Gubernur NTT, Wismaraya II merupakan langkah positif dalam mengembangkan dan mempromosikan pariwisata sekaligus melestarikan seni dan budaya, mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan memberdayakan pelaku UMKM.

“Pekan Wismaraya II merupakan sebuah langkah positif dalam upaya mengembangkan dan mempromosikan pariwisata, melestarikan seni dan budaya, mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif serta memberdayakan pelaku UMKM di Kabupaten Alor,” ujarnya.

Gubernur NTT menilai Kabupaten Alor memiliki kekayaan alam dan budaya yang menjadi modal besar bagi pengembangan sektor pariwisata.

Alor memiliki laut yang memukau, panorama alam yang eksotis serta keragaman budaya yang terus terjaga. Tenun, kuliner tradisional, kerajinan, hasil laut, tradisi masyarakat dan berbagai atraksi budaya merupakan kekayaan yang tidak ternilai dan dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi daerah.

Karena itu, lanjutnya, pengembangan pariwisata Alor tidak boleh hanya berhenti pada upaya menjual keindahan alam.

“Kita harus mampu menghadirkan pengalaman yang utuh bagi wisatawan. Ketika orang datang ke Alor, mereka tidak hanya menikmati laut dan panorama alam, tetapi juga mengenal budaya, mencicipi kuliner, membeli produk lokal serta merasakan keramahan masyarakat.” sebut Lumba.

Menurut Gubernur, dalam konteks tersebut kegiatan seperti Wismaraya memiliki arti penting karena menjadi ruang bersama untuk mempertemukan pariwisata, budaya, olahraga, kreativitas dan ekonomi masyarakat.

Pesan penting yang disampaikan Gubernur NTT adalah agar masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton dalam perkembangan pariwisata.Setiap peningkatan kunjungan wisatawan harus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar destinasi. Karena itu, pengembangan pariwisata harus dibarengi dengan penguatan produk lokal, peningkatan kapasitas pelaku usaha, pengembangan ekonomi kreatif dan penciptaan rantai ekonomi yang melibatkan masyarakat.

Selain itu Gubernur NTT juga mendorong penerapan konsep One Village One Product (OVOP) atau pengembangan produk unggulan berbasis komunitas sebagai bagian dari strategi memperkuat ekonomi masyarakat.
Menurutnya, daerah tidak boleh hanya menjual bahan mentah atau potensi yang belum memiliki nilai tambah. Produk lokal perlu melalui proses hilirisasi, peningkatan kualitas, perbaikan kemasan, penguatan pemasaran dan pembangunan identitas produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

“Kita tidak ingin hanya menjual bahan mentah atau potensi yang belum memiliki nilai tambah. Kita harus mampu melakukan hilirisasi, meningkatkan kualitas, memperbaiki kemasan, memperkuat pemasaran dan membangun identitas produk sehingga produk lokal kita mampu bersaing di pasar yang lebih luas.” ungkapnya.

Dalam konteks Kabupaten Alor, semangat tersebut dinilai memiliki ruang yang sangat besar untuk dikembangkan.Wismaraya II dapat menjadi contoh bagaimana kekayaan budaya, kerajinan, kuliner, hasil laut, tradisi dan kreativitas masyarakat dikemas menjadi kekuatan ekonomi baru.

Tenun, misalnya, tidak hanya dapat ditempatkan sebagai pakaian adat, tetapi juga dikembangkan menjadi produk ekonomi kreatif bernilai tinggi. Demikian pula kuliner lokal dapat diperkenalkan sebagai identitas gastronomi Alor, sementara hasil laut dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah.

Gubernur NTT menekankan agar semangat Wismaraya tidak berhenti ketika festival berakhir.

Keberlanjutan harus diwujudkan melalui pembinaan UMKM, pengembangan produk, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan kemasan dan pemasaran hingga pemanfaatan teknologi digital.

“Saya mendorong agar semangat Pekan Wismaraya tidak berhenti ketika festival ini berakhir. Harus ada keberlanjutan dalam pembinaan UMKM, pengembangan produk, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengemasan, pemasaran hingga pemanfaatan teknologi digital.” harapnya.

Menurutnya, pariwisata yang maju membutuhkan kolaborasi semua pihak. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan pelaku usaha, komunitas kreatif, pelaku UMKM, generasi muda, tokoh adat, tokoh agama dan seluruh masyarakat.oleh karena itu. Dalam sambutannya, Gubernur NTT secara khusus mengajak generasi muda Alor untuk mengambil bagian dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif.

Generasi muda didorong memanfaatkan kreativitas dan teknologi digital untuk memperkenalkan berbagai potensi daerah.

“Gunakan kreativitas dan teknologi untuk mempromosikan daerah kita. Setiap kita dapat menjadi duta pariwisata. Mari manfaatkan media sosial kita untuk memperkenalkan keindahan alam, budaya, kuliner dan berbagai pengalaman menarik yang ada di Alor.” harapnya.

Pesan tersebut sejalan dengan kebutuhan promosi pariwisata di era digital. Oleh karena itu Generasi muda dapat menjadi pelaku sekaligus promotor destinasi melalui berbagai konten kreatif yang memperkenalkan keindahan alam, tradisi, kuliner, kerajinan dan kehidupan masyarakat Alor.

Selanjutnya pelaksanaan Wismaraya II diharapkan menjadi titik penguatan ekosistem pariwisata Alor yang lebih berkelanjutan. Pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan perlu memastikan agar peningkatan kunjungan wisatawan diikuti dengan berkembangnya UMKM, ekonomi kreatif, industri pariwisata, kuliner, kerajinan, transportasi, akomodasi dan berbagai sektor ekonomi masyarakat lainnya. Dengan demikian, manfaat pariwisata tidak hanya dirasakan pada saat festival berlangsung, tetapi terus berlanjut setelah kegiatan selesai.

Sementara Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo, dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris Daerah Kabupaten Alor Melkisedek Bely, menegaskan bahwa Kabupaten Alor berada dalam era baru yang ditandai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat.

Kondisi tersebut menuntut daerah untuk mampu beradaptasi secara cepat dan tepat, termasuk menghadapi kompetisi di sektor pariwisata.

Wakil Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat bersatu mewujudkan visi pembangunan Kabupaten Alor yang aman, damai, sejahtera, demokratis, maju dan berkelanjutan melalui program strategis Gerakan Membangun dari Timur (Gerbang Timur) dalam spirit Alor Berkemas.

“Mari kita bersatu mengayun langkah dan terus berjuang untuk mewujudkan visi besar yakni Kabupaten Alor yang aman, damai, sejahtera, demokratis, maju dan berkelanjutan melalui program strategis Gerakan Membangun dari Timur (Gerbang Timur), dalam spirit Alor Berkemas.,” ajak Rocky dalam sambuatannya.

Selanjutnya Wakil Bupati menyebut Alor sebagai daerah yang memiliki potensi luar biasa. Keindahan alam yang terbentang di 15 gugusan pulau dan 18 kecamatan berpadu dengan keragaman suku, budaya, bahasa, adat istiadat dan agama.

Potensi tersebut jelasnya menjadi anugerah yang harus dijaga, dilestarikan dan dikembangkan secara bertanggung jawab.

“Kita telah dilahirkan dan hidup di daerah yang tepat. Tuhan tidak keliru menghadirkan kita di bumi Nusa Kenari. Kabupaten Alor merupakan salah satu daerah yang terus bersinar menjadi primadona bagi wisatawan.” ungkap mantan Anggota DPRD provinsi ini.

Wakil Bupati juga menyoroti kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian daerah. Pada tahun 2025, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum yang berkaitan erat dengan aktivitas pariwisata tercatat tumbuh 9,14 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Alor secara keseluruhan yang mencapai 4,57 persen.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa pariwisata memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah.

Pertumbuhan kunjungan wisatawan juga menunjukkan tren positif. Jumlah wisatawan meningkat dari 20.767 orang pada 2023, menjadi 21.497 orang pada 2024, dan mencapai 24.706 orang pada 2025. Sementara hingga Juni 2026 telah tercatat 5.580 kunjungan wisatawan.

Data tersebut menjadi modal sekaligus tantangan bagi Pemerintah Kabupaten Alor dan seluruh pemangku kepentingan untuk terus meningkatkan kualitas destinasi dan pelayanan wisata.

Wakil Bupati Rocky juga menegaskan bahwa pembangunan pariwisata membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, swasta, perguruan tinggi, media hingga masyarakat.
Oleh karena itu Pengembangan pariwisata tidak hanya menyangkut destinasi, tetapi juga atraksi, aksesibilitas, akomodasi, amenitas dan berbagai layanan pendukung lainnya.

Karena itu, wakil bupati Rocky mengharapkan agar para camat, lurah dan kepala desa untuk bersama-sama masyarakat mengembangkan potensi wisata yang ada di wilayah masing-masing, termasuk desa-desa wisata.

“Saya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak menjadi penonton di negeri sendiri,” pungka Rocky.

Pembangunan desa wisata dan pengembangan potensi lokal diharapkan dapat memanfaatkan berbagai sumber pendanaan yang memungkinkan sehingga aktivitas pariwisata benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Panitia Wismaraya II Tahun 2026, Mohamad Baesaku, yang juga Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Alor, dalam laporan pelaksanaan kegiatan menyampaikan bahwa Kabupaten Alor memiliki potensi pariwisata alam dan budaya yang sangat beragam.

Potensi tersebut menjadi modal penting dalam mengembangkan pariwisata sebagai sektor yang mampu memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Karena itu, Wismaraya II dirancang tidak sekadar sebagai kegiatan hiburan, tetapi sebagai ruang promosi berbagai potensi daerah sekaligus mempertemukan pemerintah, pelaku pariwisata, UMKM, dunia usaha, komunitas, pelaku seni dan budaya serta masyarakat,” kata Baesaku.

Menurut Baesaku, berbagai agenda disiapkan selama 9–14 September 2026, antara lain Parade Wismaraya II, Gema Wismaraya II, Bazar UMKM/PKL, panahan tradisional, sepeda hias pelajar, Alor Exotic, Jelajah Gastronomi Alor, pembuatan gerabah, pembuatan kue rambut, mancing tradisional, tarik tambang, perahu naga dan dayung kano.

Rangkaian kegiatan juga dimeriahkan dengan pertunjukan seni budaya berupa tabu gong, tambur dan tari perang Belo Dopi.

Keragaman kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan alam, budaya, kuliner, kerajinan serta kreativitas masyarakat Alor kepada wisatawan dan masyarakat yang lebih luas.

Wismaraya II juga diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, instansi vertikal, BUMN/BUMD, dunia usaha, perguruan tinggi, industri pariwisata, UMKM, pelaku seni dan budaya, komunitas, sekolah serta masyarakat.

“Pada akhirnya, keberhasilan pariwisata bukan hanya diukur dari banyaknya wisatawan yang datang, tetapi dari sejauh mana aktivitas tersebut menciptakan nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.

Wismaraya II tidak hanya mengajak wisatawan datang ke Alor, tetapi mendorong agar setiap kunjungan membawa dampak ekonomi yang nyata bagi rakyat Alor.

“Dengan kekayaan alam, budaya, tradisi dan kreativitas masyarakat yang dimiliki, Wismaraya II diharapkan menjadi lebih dari sekadar festival tahunan. Wismaraya diharapkan menjadi gerakan bersama untuk membangun pariwisata Alor yang maju, inklusif, berbasis potensi lokal dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat semangat Gerbang Timur dan Alor Berkemas sebagai bagian dari pembangunan daerah,” jelas Baesaku dalam laporannya. (Protokoler Setda Alor)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.