RADARNTT, Kupang – Simon Petrus Kamlasi (SPK) adalah sosok pemimpin magnetik, mampu menarik perhatian Pemerintah Pusat setelah menjalankan inovasinya. Bukan berharap dulu dari Pemerintah Pusat.
Demikian tegas Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPW Partai NasDem Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Alexander Take Ofong.
“Ini yang disebut Pemimpin Magnetik, yang mampu menarik perhatian Pemerintah setelah menjalankan inovasinya. Bukan berharap dulu dari Pemerintah Pusat,” kata Alex Ofong usai melihat pernyataan SPK dalam debat publik perdana pasangan calon gubernur dan wakil gubernur NTT.
SPK dengan segudang pengalaman dalam melewati tempaan pendidikan di SMA Taruna Nusantara angkatan pertama dan Akademi Militer Korps Peralatan (CPL) telah membentuknya menjadi pribadi unggul dan bersahaja.
SPK sebagai teknokrat tulen, memahami dengan benar hal teknis dengan landasan pengetahuan yang luas di bidang logistik dan peralatan kemiliteran sesuai bidang ilmu yang dipelajari.
Dia memiliki pengetahuan dan keterampilan alih teknologi dari yang paling presisi maupun menjadi teknologi tepat guna yang sangat dibutuhkan NTT agar bisa mengeksplorasi potensi sember daya secara tepat guna untuk keberlangsungan dan keberlanjutan hidup lima jutaan rakyat.
SPK berhasil memodivikasi beberapa peralatan tempur TNI AD dengan kualitas yang presisi tapi lebih hemat biaya. Seperti tank tempur, ampibi. Dia juga berhasil memodivikasi pompa hidram dengan mengganti beberapa komponen sehingga daya hisap dan daya dorong menjadi lebih besar bisa menjangkau ratusan meter ketinggian elevasi.
SPK menegaskan dalam pemerintahan ke depan tidak hanya mengandalkan kedekatan personal maupun organisasional tetapi mempersiapkan NTT secara kreatif dan inovatif agar pemerintah pusat yakin dan percaya memberi program dan anggaran yang sesuai potensi dan permasalahan daerah dengan berbasis kebutuhan masyarakat.
“Ke depan dalam pemerintahan saya bukan hanya mengandalkan kedekatan tetapi saya akan mempersiapkan NTT secara kreatif dan inovatif. Sehingga pemerintah pusat yakin dan percaya kalau ada program yang diturunkan pasti bisa dieksekusi tidak sekadar mengemis dan proyek datang tidak sekadar proyek tepuk tangan yang belum tentu proyek yang aspiratif tetapi proyek yang operasional sudah berjalan ada contohnya, ada kesiapan sumber dayanya dan berbasis kebutuhan.,” tegas SPK.
Dia akan mengembangkan, memperbesar dan memperluas capaian program penyediaan air bersih dan air irigasi dengan inovasi teknologi pompa hidram untuk menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan terutama di daerah-daerah yang jauh dari sumber air dengan topografi wilayah curam, sumber air berada di lembah yang dalam dan jauh dari pemukiman warga dan lahan usaha. (TIM/RN)







