SIAGA Tingkatkan Daya Saing Daerah Melalui Klasterisasi Produk Unggulan dan Industri Olahan

oleh -2411 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Kupang – Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terdiri atas seribuan pulau kecil dan tiga pulau besar (Timor, Flores dan Sumba) dengan beragam karakteristik potensi daerah masing-masing. Potensi yang tidak kompak karena menyebar dalam skala kecil-kecil sehingga tidak memiliki daya ungkit ekonomi karena tingginya biaya produksi.

Karena itu, Pasangan Calon Gubernur NTT nomor urut 3 Simon Petrus Kamlasi dan Adrianus Garu (SIAGA) berniat membangun klaster-klaster produksi komoditi unggulan daerah sesuai potensi dan karakteristik di sektor ekonomi primer bidang pertanian, peternakan, kelautan dan perikanan yang dikuti klaster industri olahan produk lokal.

“Menurut hemat kami bahwa salah satu variabel penentu yang dominan dalam mendukung pengembangan kawasan ekonomi adalah ketersediaan Sumber Daya Alam (SDA). NTT walaupun SDA cukup tersedia, akan tetapi cenderung menyebar, sehingga dalam penataan dan pemanfaatannya membutuhkan biaya yang tinggi sehingga tidak efisien,” jelas Calon Gubernur Simon Petrus Kamlasi ke awak media belum lama ini.

Mengatasi kondisi yang ada, kata Simon, maka kombinasi pendekatan pengembangan Kawasan dengan komoditi unggul menjadi pilihan yang tepat, dalam klasterisasi produksi dan industri.

“Sebagai contoh yang dapat kami tawarkan antara lain pengembangan potensi produksi Rumput Laut di NTT terpetakan kedalam lima klaster meliputi Klaster I (Sumba); klaster II (Timor); klaster III (Sabu dan Rote); klaster IV (Alor dan sekitarnya) dan klaster V (Flores),” sebutnya.

Pilihan atas klasterisasi Kawasan pengembangan ekonomi ini akan mendorong terciptanya optimalisasi keunggulan komparatif wilayah dan komoditi, yang pada gilirannya diharapkan memunculkan keunggulan kompetitif akibat rendahnya biaya sumberdaya domestik yang dikucurkan dalam memproduksi komoditi unggul tersebut.

“Menyediakan sarana produksi dan permodalan usaha untuk meningkatan produktivitas sesuai standar kualitas yang memenuhi permintaan pasar dan industri,” kata Simon.

Sembari membangun industri olahan produk lokal dari sektor primer pertanian, peternakan, kelautan dan perikanan, dengan klaster-klaster industri berdasarkan karakteristik dan kapasitas produksi masing-masing daerah.

“Industri didirikan dengan melihat dua pertimbangan utama yaitu mendekat ke konsumen akhir atau mendekat ke produsen penyedia bahan baku,” sebut Simon Petrus Kamlasi.

Begitupun produk garam, ikan, kelapa, kopi, mente, jeruk, kemiri, peternakan (besar dan kecil) dibuat klaster sentra produksi berdasarkan pulau dan kapasitas produksi. Sehingga diukti dengan industri olahan produk skala mikro, kecil, menengah dan besar.

Di NTT ada beberapa produk unggulan diantarnya adalah buah pisang, pepaya, manggis, mangga, nangka, alpukat, nanas dan jambu biji. Menurut data, buah pisang menjadi produksi terbesar mencapai hampir 230.000 ton per tahun.

Industri olahan produk tanaman pangan dan hortikultura juga menjadi prioritas untuk mensuplai kebutuhan sektor pariwisata sebagai prime mover yang menarik sektor primer dan sekunder bergerak maju. Data menunjukkan 87 persen kebutuhan hortikultura pariwisata Labuan Bajo Manggarai Barat masih dipasok dari luar NTT.

“Untuk NTT maju dan sejahtera, kita butuh mendekatkan industri olahan produk dari sektor primer yang akan meningkatkan nilai tambah produk sekaligus membuka lapangan kerja baru melalui tumbuhnya industri olahan,” tandas Mantan Kasrem Wira Sakti 161 Kupang.

Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), volume produksi rumput laut Provinsi NTT tahun 2020 mencapai 2,158 juta ton, sekitar 22,45 persen dari total produksi Indonesia.

Jumlah ini diperoleh dari 7.907 hektare luas lahan budidaya, sehingga setiap satu hektare menghasilkan 1.216 ton selama setahun.

Kawasan budidaya rumput laut terluas ada di Kabupaten Kupang. Selain itu, wilayah lain seperti Flores Timur, Sabu Raijua, Rote Ndao, dan Sumba Timur juga menjadi daerah penghasil rumput laut yang cukup besar. (TIM/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.