Plafon Atap SD Inpres Bello Kota Kupang Rusak Berat

oleh -1648 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Kupang – Memprihatinkan kondisi plafon atap ruang kelas Sekolah Dasar Inpres (SDI) Bello Kota Kupang sebagian tampak rusak berat dan nyaris roboh mengancam keselamatan siswa yang setiap hari menempati ruangan tersebut untuk belajar.

Tampak kerusakan cukup serius pada bagian plafon yang berlubang besar hingga rangka kayu terlihat jelas. Kondisi ini membuat proses belajar-mengajar tidak nyaman bahkan berbahaya bagi siswa dan guru.

Anggota DPRD Kota Kupang, Dance Bistolen, S.Pd, ketika dihubungi media ini, menyayangkan minimnya perhatian Pemerintah Kota Kupang melalui dinas teknis terhadap kondisi bangunan sekolah tersebut.

“SDI Bello dibangun sejak tahun 1983, tetapi sampai hari ini belum pernah mendapat perhatian serius untuk dilakukan rehabilitasi berat. Padahal kondisi bangunannya sudah sangat memprihatinkan dan membahayakan anak-anak kita,” ungkap Bistolen yang membidangi Komisi IV.

Selain kerusakan bangunan, keterbatasan Ruang Kelas Baru (RKB) juga menjadi persoalan serius di sekolah tersebut. Menurutnya, karena ruang belajar tidak memadai, pihak sekolah terpaksa memberlakukan sistem sekolah siang bagi siswa kelas III, IV, dan V.

“Banyak siswa akhirnya harus belajar siang hari karena tidak ada ruang yang cukup. Ini jelas berdampak pada kualitas pendidikan,” tambahnya.

Hal senada disampaikan PLT Kepala SDI Bello, Paskalis Rangga, yang mengakui kondisi sekolah sudah sangat mengkhawatirkan.

“Kami di sekolah selalu waswas, apalagi ketika hujan atau angin kencang. Plafon yang sudah lapuk bisa jatuh kapan saja. Anak-anak juga belajar dalam kondisi tidak nyaman, tapi kami tidak punya pilihan lain,” ujarnya, Kamis (18/9/2025).

Paskalis menuturkan, pihak sekolah sudah enam atau tujuh kali mengusulkan rehabilitasi melalui jalur resmi, namun hingga kini belum ada realisasi.

“Kami berharap pemerintah segera memberi perhatian, minimal ada perbaikan darurat supaya anak-anak tidak lagi terancam saat belajar. Pendidikan anak-anak adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Kondisi memprihatinkan SDI Bello ini menjadi cermin masih banyaknya fasilitas pendidikan dasar di Kota Kupang yang membutuhkan perhatian serius agar tidak mengorbankan masa depan generasi penerus bangsa. (TIM/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.