Penjabat Bupati Alor Tekankan Netralitas ASN Menjelang Pilkada

oleh -1376 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Kalabahi – Penjabat Bupati Alor, Zet Soni Libing memberikan arahan tegas kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Alor agar menjaga netralitas dan menghindari keterlibatan politik praktis dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan segera digelar.

Penegesan itu disampaikan Pj. Bupati Alor, dalam amanatnya saat memimpin Upcara Apel Kesadaran setiap bulan berjalan yang dilaksanakan di Lapangan Setda Kantor Bupati Alor-Batunirwala, Selasa (17/9/2024). Apel ini diikuti oleh para Staf Ahli Bupati, Sekda, Asisten, pimpinan OPD, dan seluruh ASN lingkup Pemerintah Kabupaten Alor.

Dalam amanat, Penjabat Bupati Alor, Zet Soni Libing menyampaikan, setiap ASN memiliki tanggung jawab untuk menjaga integritas dan profesionalisme, terutama di tengah suasana politik yang mulai memanas menjelang Pilkada. Ia mengingatkan bahwa ASN yang terlibat dalam politik praktis berisiko terkena sanksi, termasuk diberhentikan dari jabatannya.

“Saya minta tidak ada satu pun dari kalian yang terlibat dalam politik praktis. Jangan menyesal kalau nantinya ada yang dipecat karena tidak menjaga netralitas. Ikuti saya, yang saat ini menjabat sebagai Penjabat Bupati dengan sikap netral. Kalau kalian mau selamat, ikuti saja teladan saya,” tegasnya.

Bupati juga menyampaikan peringatan khusus kepada para Kepala Dinas yang sudah mulai menunjukkan indikasi keberpihakan politik. Ia menegaskan bahwa sikap seperti itu tidak bisa ditoleransi.

“Saya membaca ada beberapa Kepala Dinas yang sudah mulai bergerak ke kiri dan ke kanan. Saya minta hentikan segera, jangan buat masalah. Berkat Tuhan yang ada ini harus dijaga baik-baik. Sedikit saja kesalahan pasti akan berujung pada non-job,” ujarnya.

Lebih lanjut, Penjabat Bupati Alor menjelaskan, beberapa Kepala Bidang (Kabid) sudah diberhentikan akibat tindakan yang dinilai melanggar prinsip netralitas ASN. Tidak menutup kemungkinan, tindakan serupa akan diambil terhadap pejabat lain yang tidak menjaga sikap netral.

“Saya sudah berhentikan beberapa Kabid, dan sebentar lagi akan ada lagi yang saya berhentikan. Itu belum termasuk pejabat eselon lainnya. Jadi, saya tekankan, jangan terlibat dalam politik praktis. Fokus saja pada tugas kalian. Siapa pun nanti yang terpilih jadi Bupati, pasti akan membutuhkan kalian karena ASN adalah kaki tangan pemerintahan,” jelasnya.

Penjabat Bupati juga menasihati ASN agar bekerja dengan jujur dan lurus, tanpa terpengaruh oleh dinamika politik. Ia mengingatkan bahwa keterlibatan ASN dalam politik dapat merusak karir mereka dan membutuhkan waktu yang lama untuk diperbaiki.

“Kalau sudah non-job, bisa butuh waktu dua tahun untuk diangkat kembali. Syukur-syukur kalau masih ada kesempatan. Jadi, berkat Tuhan yang kalian miliki ini harus dijaga baik-baik,” tambahnya.

Di akhir amanat, Bupati meminta maaf jika ada kata-katanya yang dirasa keras, namun ia menegaskan bahwa peringatan tersebut perlu disampaikan demi menjaga profesionalisme dan kelangsungan karir ASN di Kabupaten Alor.

Dengan peringatan ini, diharapkan ASN di Kabupaten Alor dapat menjaga netralitas mereka dan menjalankan tugas sesuai dengan aturan yang berlaku, tanpa terlibat dalam politik praktis yang dapat merusak integritas profesi mereka.

“Terima kasih, dan saya mohon maaf jika ada kata-kata saya yang keras. Salam sejahtera,” tutupnya. (Pers Rilis Prokom Setda Alor)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.