Pemerintah Desa Pasir Putih Ikut Pelatihan Manajemen Krisis dan Pengelolaan Opini Publik

oleh -1244 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Lewoleba – Pemerintah Desa Pasir Putih Kecamatan Nagawutung Kabupaten Lembata mengikuti pelatihan untuk mengenal lebih dalam mengenai proses manajemen krisis dan pengelolaan opini publik yang diselenggarakan Mahasiswa/i Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang yang sedang melakukan kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Pelatihan yang digelar pada Rabu, 30 April 2025 berlokasi di Kantor Desa Pasir Putih dihadiri oleh Camat Nagawutung, Ketua BPD dan Kepala Desa Pasir Putih serta aparat pemerintah lainnya yang berjumlah 18 orang.

Kegiatan ini merupakan salah satu program dari beberapa program kerja yang direncanakan.

Program ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai manajemen krisis dan pengelolaan opini publik yang terjadi dalam ruang lingkup masyarakat Desa Pasir Putih.

Manajemen krisis dan pengelolaan opini publik ini juga diiringi dengan pertemuan para aparat pemerintah desa Pasir Putih dalam pelaksanaan kegiatan Laporan Keterangan Penyelenggara Pemerintah Desa (LKPPD) yang kemudian dilengkapi dengan kegiatan sosialisasi tersebut.

Dengan adanya manajemen krisis dan pengelolaan opini publik pemerintah desa dengan mudah mengetahui betul tentang krisis-krisis apa yang sedang terjadi dalam kalangan masyarakat dan bagaimana pemerintah desa mengimbangi opini publik.

Kepala Desa Pasir Putih, Wenseslaus Bala Papang S.Fil, mengatakan bahwa materi mengenai manajemen krisis dan pengelolaan opini publik sangat relevan dengan situasi saat sekarang ini, karena pemerintah desa dan masyarakat memiliki hubungan yang erat dalam memberikan aspirasi mereka mengenai proses kerja pemerintah, yang juga sebagai tanggung jawab besar pemerintah desa Pasir Putih, tidak hanya itu beliau juga memberikan apresiasi atas partisipasi Mahasiswa/i Unwira yang dengan semangat menyampaikan program kerja Individu yang menarik.

“Saya berharap melalui sosialisasi ini dapat membangun Pemerintah Desa Pasir Putih yang maju dan berintegritas serta mengangkat nama Lewotanah yang bermartabat luhur,” ujarnya.

Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi UNWIRA Kupang, Flavia Domitila Surat Bala selaku fasilitator dalam penyajian materi mengungkapkan, pihaknya ingin mengetahui lebih banyak hal mengenai manajemen krisis dan pengelolaan opini publik dalam ruang lingkup masyarakat desa Pasir Putih dan bagaimana penanganan jika terjadi krisis dan opini publik yang lahir dari masyarakat.

”Saya ingin mengetahui lebih banyak hal-hal mengenai manajemen krisis dan Pengelolaan Opini Publik dalam ruang lingkup masyarakat desa pasir putih ini dan bagaimana penanganan jika terjadinya krisis dan opini publik yang lahir dari masyarakat,” ujarnya.

Flavia menabahkan Pelatihan Manajemen Krisis bagi Pemerintah Desa Pasir Putih dalam pengelolaan Opini Publik tentunya sangat membantu masyarakat dan pemerintah desa dalam membangun desa yang lebih maju.

“Singkatnya dengan adanya solusi-solusi dan jenis-jenis krisis serta opini publik mampu membantu pemerintah desa lebih dalam memahami dan membangun relasi yang baik dengan masyarakat,” tutupnya.

Kegiatan sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam membangun Desa dan Lewotanah yang bermartabat Luhur, dengan adanya pemahaman lebih dalam mengenai Manajemen Krisis dan Pengelolaan Opini Publik pemerintah Desa dapat memberikan pelayanan pemerintahan yang baik dan menjadikan Desa Pasir Putih sebagai Desa Pariwisata yang bermartabat Luhur dan Maju. (TIM/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.