Madu Alor Siap Dikelola Dalam Bentuk Kemasan

oleh -1127 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Kalabahi – Sebanyak 20 orang pegiat indutri kecil dan menengah dari pegiat madu di Kabupaten Alor provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengikuti pelatihan cara membuat madu terbaik dalam bentuk kemasan.

Kegiatan pelatihan berlangsung di Dinas Perindustrian Kabupaten Alor pada Rabu, (4/9/2024).

Tim Ahli dari Kementerian, Iskandar Zulkarnaen dalam materinya mengatakan, untuk mendapatkan mutu dari madu, maka industri kecil yang mengelola madu harus memperhatikan beberapa hal yang menyangkut tentang pengelolaan madu.

Seperti bahan baku, alat yang digunakan untuk mengelola madu menjadi kemasan juga tata kerja dan metode dan lingkungan kerja. Terkait madu yang baik Zulkarnaen menjelaskan, mempunyai warna keemasan, dan juga aroma khas madu.

“Jadi untuk madu yang baik memiliki warna kuning keemasan, kental, aroma khas madu, tidak mudah larut dalam air, tidak beku, tidak muda terbakar, bersih dan masih dalam waktu yang expired,” sebut Zulkarnaen.

Sedangkan tentang bahan baku yang akan digunakan menjadi madu yang baik, demikian Zulkarnaen, harus melakukan pemeriksaan, juga penyaringan, pengendapan, pengurangan kadar air pengemasan dan penyimpangan.

Sementara Kepala Dinas Perindustrian Kabupaten Alor melalui kepala bidang (Kabid) Perencanaan dan Pengembangan industri, Datheus Moleda Bani menjelaskan, potensi untuk mendapatkan madu di kabupaten Alor terdapat di beberapa kecamatan.

Diantaranya, kecamatan Alor Timur, Alor Timur Laut, Alor Barat Daya, Pantar Timur, Pantar Tengah, dan kecamatan Pantar.

Menurutnya, sudah punya SDM untuk mengelola madu dalam bentuk kemasan. Oleh karena itu, kata Bani, Pemerintah sudah menyediakan tempat atau lokasi yang akan digunakan untuk kelola madu dalam bentuk kemasan.

“Kami telah menyiapkan lokasi yaitu tanah Pemda di kecamatan Kabola. Dan merupakan tempat yang bisa dijangkau oleh pelaku industri kecil dari Pantar maupun dari Alor Timur,” ungkap Bani.

Dia menjelaskan, pemerintah tidak memberikan bantuan berupa dana akan tetapi pemerintah memberikan bantuan berupa bahan baku dan memfasilitasi tempat dan peralatan.

“Bahan madu tidak hanya disiapkan pemerintah tapi juga disiapkan oleh industri kecil. Misalnya pelaku industri kecil meyiapkan bahan madu tetapi tempat pengolahannya kurang bagus maka pemerintah telah menyiapkan tempat bisa dikelola di sana,” jelasnya.

Menurut Bani, di Kabupaten Alor dikenal dua jenis madu yaitu madu dari pohon dan madu dari tanah. Untuk madu pohon tidak bisa digunakan sedangkan madu tanah bisa digunakan seperti madu trigoda dan madu malienfera. (NB/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.