RADARNTT, Soe – Cordis Mariae Filii (CMF) dan kongregasi Carolus Boromeus (CB) Kupang menggelar aksi panggilan selama tiga hari yakni jumad-minggu, (19-21/4/2024) di paroki St. Arnoldus Janssen dan Yosef Freinademetz (Aryos) Niki-Niki, kecamatan Amanuban Tengah, kabupaten Timor Tengah Selatan.
Kepada media ini, Pater Todi Manek, CMF, menuturkan bahwa kegiatan ini dalam rangka hari Minggu panggilan sedunia yang mengusung tema Menabur Benih Harapan dan Membangun Perdamaian.
” Ada dua komunitas yakni pra Novisiat Claret Kupang dan komunitas CB Lili, Camplong, Kabupaten Kupang berkolaborasi untuk mengalami beragam panggilan hidup sekaligus menimba pengalaman dari para orang tua, orang muda dan anak-anak di paroki Aryos dan juga bertujuan untuk saling menginspirasi sehingga diharapkan agar dengan kehadiran para aspiran dan postulan CMF maupun para suster novis CB dapat menginspirasi anak-anak terutama kaum muda untuk tertarik masuk dalam hidup membiara ,baik itu biarawan atau biarawati,” tuturnya.
Pater Todi, juga menambahkan kehadiran pihaknya di Niki Niki sebanyak 33 orang dengan tujuan yang pertama, yakni tinggal bersama keluarga-keluarga katolik di kelompok umat basis guna merasakan kehidupan umat.
Kedua menanam anakkan pohon di Oepetu, Eusleu ini karena adanya kerjasama dengan dinas kehutanan provinsi NTT sehingga mendapatkan beberapa anakan pohon yang berumur panjang sebagai sumbangan terhadap masyarakat Niki-Niki dan sekitarnya.
Ketiga pertandingan futsal dengan OMK agar mereka dapat mengenal bagaimana kehidupan membiara, dan keempat, Sharing panggilan dengan umat di Kelompok Umat Basis (KUB), kelima, animasi panggilan bersama anak-anak SD, SMP dan SMA , jelasnya .
Sementara, RD. Yovinianus Niti, pastor paroki Aryos Niki-Niki, mengapresiasi kegiatan tersebut karena menurutnya suatu kehormatan bagi paroki Aryos yang dipilih untuk melakukan aksi panggilan pada hari panggilan sedunia yang ke-61 sehingga diharapkan dengan kehadiran frater-frater claretian dan suster suster CB membawa dampak positif bagi paroki ini agar boleh tumbuh benih -benih panggilan baik sebagai frater, suster maupun bruder.
Hal senada juga disampaikan ketua DPP Aryos Niki-Niki, Jacobus Banamtuan, bahwa kegiatan yang positif seperti ini diharapkan mempengaruhi kaum muda untuk hidup bakti atau terpenggil untuk membaktikan diri bagi Gereja serta ini juga sebagai momen penting bagi anak-anak maupun kaum muda agar kembali ke hal-hal spiritual, kerohanian karena dewasa ini banyak dampak negatif yang ada di media-media sosial seperti YouTube, Facebook dan konten -konten lainnya(Albert Baunsele/RN)







