Kepala Museum NTT Apresiasi Kontribusi Mahasiswa KKL Ilmu Komunikasi UNWIRA Kupang

oleh -769 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Kupang – Kepala Museum Nusa Tenggara Timur (NTT), Meffiboset E.I. Bollu Eoh mengapresiasi kontribusi mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang dalam mendukung peningkatan pelayanan kepada pengunjung.

Menurut Meffiboset E.I. Bollu Eoh, kehadiran tujuh mahasiswa KKL memberikan dampak positif terhadap kualitas layanan museum, khususnya dalam hal komunikasi dan pendampingan pengunjung.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran mahasiswa Ilmu Komunikasi UNWIRA. Mereka menunjukkan sikap profesional, ramah, dan sigap dalam membantu pengunjung,” ujarnya, Selasa (3/3/2026).

Ia menjelaskan bahwa mahasiswa tidak hanya membantu dalam proses penyambutan dan pendampingan wisatawan, tetapi juga berperan dalam mendokumentasikan kegiatan kunjungan serta mendukung tugas-tugas kehumasan museum.

Lebih lanjut, Meffiboset E.I. Bollu Eoh menilai kemampuan komunikasi mahasiswa menjadi nilai tambah tersendiri, terutama ketika museum menerima kunjungan wisatawan asing.

“Beberapa mahasiswa cukup fasih berbahasa Inggris, sehingga sangat membantu ketika ada tamu dari luar negeri. Hal ini tentu mendukung citra museum sebagai destinasi wisata edukatif yang terbuka bagi pengunjung internasional,” tambahnya.

Pihak museum berharap kerja sama dengan mahasiswa Ilmu Komunikasi UNWIRA dapat terus terjalin di masa mendatang. Kehadiran mahasiswa KKL dinilai tidak hanya membantu operasional museum, tetapi juga menjadi wujud nyata sinergi antara institusi pendidikan dan lembaga kebudayaan dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di Nusa Tenggara Timur.

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNWIRA Kupang, Angelina Charita Beke Watu, yang juga merupakan peserta KKL, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi dirinya.

Ia mengaku sangat antusias karena selama kegiatan berlangsung para mahasiswa tidak hanya belajar mengenai cara memandu pengunjung di museum, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan wisatawan dari berbagai negara.

“Saya sebagai mahasiswa sangat bersemangat karena kami banyak belajar di sini. Tidak hanya memandu pengunjung, mereka juga langsung menjadi teman baru saya. Saya jadi punya banyak teman baru dari luar negeri, karena sebagian pengunjung ada yang bermutual dengan saya melalui media sosial,” ungkap Angelina.

Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi kesempatan yang baik bagi mahasiswa untuk melatih kemampuan komunikasi, memperluas wawasan, serta membangun relasi dengan pengunjung internasional yang datang berkunjung ke Museum Nusa Tenggara Timur. (ACBW/TIM/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.