Inisiatif SPK Bangun 320 Titik Pompa Hidram Mandiri, Ditambah 80 Titik dari Pemerintah Pusat

oleh -9853 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Kupang – Simon Petrus Kamlasi (SPK) menyebutkan bahwa 320 titik pompa hidram yang dikerjakan secara mandiri di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah inisiatif pribadi sejak masih aktif berdinas di TNI AD. Sudah dikerjakan sejak tahun 2013 saat menjabat Komandan Detasemen Peralatan (Denpal) Korem 161 Wira Sakti Kupang dan setelah mendapat Rekor MURI atas prestasi inovasi teknologi pompa hidram barulah Pemerintah Pusat menambah 80 titik melalui program TNI Manunggal Air.

“Inovasi pompa hidram kita kerja mandiri 320 titik sejak 2013 sampai 2021, setelah TNI AD percaya dan PUPR Pusat percaya baru menambah 80 titik untuk saat itu menjadi berjumlah 400 titik di seluruh NTT,” ungkap SPK, Kamis (24/10/2024) pagi.

Ia mengatakan bahwa penyediaan air bersih bagi masyarakat dikerjakan mandiri dari uang pribadi dan sumbangan teman-teman yang peduli seperti CSR tanpa anggaran pemerintah sejak tahun 2013 sampai 2021. Pemerintah pusat melalui PUPR baru menambah pada 2021 sampai 2022 yang dikerjakan swakelola dan mulai tahun 2023 sampai sekarang sudah kombinasi ditambah anggaran emergensi BNPB setelah ada penetapan status krisis atau darurat bencana kekeringan oleh Bupati.

“Ke depan dalam pemerintahan saya bukan hanya mengandalkan kedekatan tetapi saya akan mempersiapkan NTT secara kreatif dan inovatif. Sehingga pemerintah pusat yakin dan percaya kalau ada program yang diturunkan pasti bisa dieksekusi tidak sekadar mengemis dan proyek datang tidak sekadar proyek tepuk tangan yang belum tentu proyek yang aspiratif tetapi proyek yang operasional sudah berjalan ada contohnya, ada kesiapan sumber dayanya dan berbasis kebutuhan.,” tegas SPK.

Dia akan mengembangkan, memperbesar dan memperluas capaian program penyediaan air bersih dan air irigasi dengan inovasi teknologi pompa hidram untuk menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan terutama di daerah-daerah yang jauh dari sumber air dengan topografi wilayah curam, sumber air berada di lembah yang dalam dan jauh dari pemukiman warga dan lahan usaha.

Diketahui, sudah terbangun 27 titik pompa hidram di Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sampai dengan tahun 2021 untuk memenuhi kebutuhan air bersih dan pertanian masyarakat.

Titik lokasi berada di Oelnasi, Baumata Timur, Oeltua, Baumata Utara, Baumata, Seko Oemofa, Dulu Sublele, Fatukanutu, Oefafi, Tanini, Oebola Dalam, Raknamo, Oesusu, Tolnako, Silu I Oelola, Silu III Tahiti, Lelogama, Ohaem, Fatumonas, Binafun, Retrain I, Retrain II, Teunbaun, Tesbatan I, Tesbatan II, Oenesu, Sumlili.

Dalam debat publik semalam, calon gubernur NTT nomor urut 3, Simon Petrus Kamlasi juga menekankan optimalisasi semua bendungan atau waduk yang sudah dibangun pemerintah agar tidak mubasir dengan membangun jaringan irigasi primer, sekunder dan tersier sesuai kewenangan masing-masing baik pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota.

SPK juga menegaskan tidak meladeni pernyataan calon gubernur NTT nomor urut dua dalam debat, tentang program TNI Manunggal Air dari anggaran pemerintah pusat karena pernyataan out of context (di luar konteks) dan sangat sentimental hanya menampilkan pesona bualan kedekatan dengan pemerintah pusat tetapi tidak substantif.

“Semalam saya tidak menjawab pernyataan Melki, karena pernyataan itu sangat sentimentil. Karena yang dibahas bagaimana kebijakan publik dari pasangan calon nomor urut dua untuk merespons kekurangan air masyarakat. Apa kebijakan publik mereka belum dijawab tetapi yang dijawab tentang sumber anggaran dan kedekatan dengan pemerintah pusat, terjebak sendiri dalam pesona bualan-bualan kedekatan dengan pemerintah pusat,” tegasnya. (TIM/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.