Hadiri Natal Oekumene Tenaga Pendamping Profesional NTT, Gubernur Melki Janji Tambah Insentif dari APBD

oleh -6757 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Kupang – Merajut tali kasih persudaraan dan cinta sesama pekerja pemberdayaan masyarakat desa Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pertama kali melaksanakan Natal Oekumene Tahun 2024 dihadiri sekira 750 orang pendamping profesional seluruh NTT.

Acara Natal Oekumene dipimpin oleh Pendeta Mercy Paula Kapioru-Patikawa dan Pater Zakarias Abduli, OCD berlangsung khidmat di Aula El Tari Jumat (17/1/2025) petang yang dihadiri langsung Gubernur NTT Terpilih Emanuel Melkiades Laka Lena.

Melki Laka Lena dalam pesan dan kesan Natal menyampaikan pemerintah provinsi NTT mengapresiasi peran pendamping profesional yang sudah terlibat aktif selama ini dalam membangun daerah mulai dari desa.

“Mendukung kerja teman-teman pendamping maka pemerintah provinsi NTT akan memberi tambahan biaya operasional pendamping profesional sebesar Rp300.000 per orang per bulan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) mulai tahun 2025,” tegas Melki.

Melki Laka Lena mengharapkan agar kerja pemberdayaan desa bisa menghasilkan minimal satu produk unggulan desa dari proses hilirisasi produk yang bernilai ekonomi sehingga bisa mendatangkan profit bagi masyarakat pelaku usaha maupun pendapatan asli desa dari hasil olahan barang jadi atau setengah jadi di desa.

“Kita beharap minimal satu desa punya satu produk hilirisasi dari potensi desa yang dikelola langsung oleh masyarakat desa yang didampingi intensif oleh teman-teman pendamping profesional,” harap Melki.

Melki Laka Lena juga minta pendamping profesional agar berperan aktif dalam mendampingi masyarakat desa agar memproduksi bahan pangan sayuran, buah-buahan, telur, daging dan beras untuk mensuplai dapur umum program makan bergizi gratis (MBG) yang sudah mulai berjalan.

“Kita harap teman-teman pendamping profesional ikut terlibat bersama stakeholder lainnya di desa agar masyarakat bisa memproduksi bahan makanan yang mendukung dapur umum makan bergizi gratis untuk menyediakan makan bergizi bagi anak-anak NTT,” pintanya.

Melki Laka Lena juga mengajak pendamping profesional untuk bersama pemerintah fokus menuntaskan masalah stunting dan kemiskinan ekstrem di NTT melalui integrasi program di desa. Melihat prevalensi Stunting di Provinsi NTT berada pada angka yang cukup tinggi 37,9 persen hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023.

Berdasarkan hasil SKI ini, Pemerintah Pusat melalui Bappenas telah merubah target penurunan Stunting di Provinsi NTT ditetapkan target sebesar 35,5 pada tahun 2024 dan 33,1 pada tahun 2025.

Kemiskinan ekstrem dan stunting adalah dua tantangan utama yang terus membayangi Provinsi NTT. Berdasarkan perhitungan BPS, persentase kemiskinan Provinsi NTT pada Maret 2024 adalah sebesar 19,48 persen, termasuk dalam tiga Provinsi dengan angka kemiskinan tertinggi di Indonesia. Sedangkan persentase angka kemiskinan ekstrem NTT yang dihitung oleh Satgas Data P3KE pada Maret 2023 juga menunjukkan angka yang masih cukup tinggi, yaitu 3,93 persen, di atas angka nasional.

Sebelumnya, Koordinator Provinsi Tenaga Pendamping Profesional Provinsi NTT, Zainal Arifin dalam kata sambutannya menegaskan bahwa tenaga pendamping profesional siap memberdayakan masyarakat desa dan loyal kepada atasan.

“Kami pendamping profesional siap bekerja membangun desa dan memberdayakan masyarakat. Kami juga loyal kepada atasan dalam melaksanakan tugas,” tegasnya, disambut riuh tepuk tangan hadirin.

Pater Zakarias Abduli, OCD dalam renungan Natal menegaskan bahwa “Pergilah ke Bethlehem” mengandung makna teologis bahwa Tuhan Yesus Kristus hadir di Bethlehem penuh kesederhanaan yang mengajak semua untuk kembali kepadanya dengan hidup sederhana dan bersahaja berdasarjan cinta sesama dan persaudaraan.

“Pergilah ke Bethlehem, pergilah ke pelosok NTT di sana ada masyarakat yang penuh kesederhanaan bahkan kesusahan karena keterbatasan hidup, angkatlah mereka dalam tugas pengabdianmu selaku pendamping profesional dengan spirit cinta kasih dan persaudaraan,” ajaknya.

Pater juga mengajak para pendamping profesional agar bekerja dengan sebaik-baiknya bukan untuk manusia tetapi untuk Tuhan sehingga hadirnya di desa memberikan dampak positif bagi peningkatan taraf hidup masyarakat yang masih terdapat banyak masalah mendasar. (TIM/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.