RADARNTT, Kupang – Fraksi Partai NasDem DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berpendapat bahwa angka-angkat target capaian pembangunan dalam Rancangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) NTT Tahun 2025-2029 tidak optimistik dengan semangat Ayo Bangun NTT.
Berdasarkan dokumen Rancangan RPJMD NTT Tahun 2025-2029, pemerintah mematok target capaian pada tahun 2029 dalam Indikator Kinerja Daerah, diketahui bahwa pertumbuhan ekonomi ditargetkan naik dari angka 3,73 persen menjadi 5,83 – 7.53 persen, tingkat kemiskinan ditargetkan turun dari 19.02 persen menjadi 15,81 persen dan prevalensi stunting ditargetkan turun dari angka 37.0 persen menjadi 27,1 persen.
Dari sisi Kinerja Keuangan Daerah, pemerintah menargetkan pendapatan sebesar Rp5,219 Triliun lebih di tahun 2025 naik menjadi Rp5,639 Triliun lebih di tahun 2029. Khusus Pendapatan Asli Daerah pada tahun 2019 dengan rasio PAD terhadap Pendapatan adalah 23,51 persen, mengalami penurunan di tahun 2020 yakni 21,52 persen karena Pandemi Covid-19. Di tahun 2021 sampai 2024 mengalami kenaikan hingga angka 30,03 persen. Target PAD Rp2,013 Triliun lebih di tahun 2030; bertambah Rp562 Miliar dari PAD tahun 2024. Belanja Rp5,057 Triliun lebih di tahun 2025 menjadi Rp5,589 Triliun lebih di tahun 2030. Di antaranya Belanja Modal dengan angka yang bervariatif setiap tahunnya.
Dari data di atas, Fraksi Partai NasDem berpendapat bahwa angka-angka tersebut dapat dimaknai sebagai target-target pembangunan yang tidak optimistik jika dibandingkan dengan semangat Ayo Bangun NTT.
“Kami melihat target-target ini tidak sejalan dengan semangat dan optimisme yang digerakkan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT saat ini,” tegas Juru Bicara Fraksi NasDem, Oktafianus Moa Mesi dalam penyampaian pandangan umum Fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang RPJMD NTT Tahun 2025-2029 di Rapat Paripurna, Selasa (20/5/2025).
Oktafianus Moa Mesi juga menekankan bahwa perekonomian Provinsi NTT merupakan perekonomian agraris yang ditandai dengan peranan sektor pertanian, kehutanan dan perikanan yang memberikan sumbangan terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi NTT tahun 2024 sebesar 28,87 persen. Hal ini menunjukkan bahwa sektor pertanian, kehutanan dan perikanan merupakann sektor pembangunan yang dominan dan menjadi leading sektor dalam pembangunan ekonomi di Provinsi NTT.
“Oleh karenanya dalam RPJMD Provinsi NTT tahun 2025-2029, Pemerintah Provinsi perlu mengembangkan program-program yang inovatif dan kreatif dan memanfaatkan teknologi yang tersedia guna mempertahankan bahkan meningkatkan kontribusi ke tiga sektor tersebut dalam pembangunan perekonomian di NTT,” tandasnya.
Menurut Fraksi Partai NasDem, pembangunan nasional dan pembangunan daerah yang berorientasi pada upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi yang mendasarkan pada logika production centered development sebagai suatu keharusan (growth imperatives) dapat diterima, namun ada batasaannya dan sulit untuk mengetahui dampaknya bagi masyarakat. Penurunan angka kemiskinan, stunting dan gizi buruk, serta kesenjangan antar segmen masyarakat dan wilayah.
Oleh karena itu, Fraksi Partai NasDem mengingatkan Pemerintrah Provinsi NTT bahwa untuk mengatasi kemiskinan, prevalensi stunting dan gisi buruk, serta kesenjangan antar segmen masyarakat dan wilayah maka pelaksanaan pembangunan di Provinsi NTT harus mengawinkan dua paradigma yakni pertumbuhan ekonomi dan pemerataan/keadilan (economic growth and equity).
“Aspek pemerataan/keadilan harus mendapat perhatian dan dinyatakan secara eksplisit dalam RPJMD Provinsi NTT tahun 2025-2029,” tegas Moa Mesi.
Fraksi Partai NasDem juga menyoroti masalah infrastruktur yang hingga saat ini belum tuntas penyelesaiannya. Khusus infrastruktur jalan, ruas jalan provinsi dalam kondisi rusak sepanjang 390,67 kilometer dan rusak berat 357,49 kilometer pada tahun 2023.
Untuk itu, Fraksi Partai NasDem mendorong agar 270-an kilometer jalan yang sudah dibangun dalam konstruksi GO menjadi salah satu prioritas untuk dituntaskan. Jalan yang memadai mempermudah akses ke layanan publik, memperluas peluang ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Sebelumnya, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dalam penjelasan atas Racangan RPJMD Provinsi NTT tahun 2025-2029 menyampaikan lima misi pembangunan, yaitu:
Pertama, memastikan infrastruktur berkelanjutan demi mewujudkan ekonomi berbasis potensi daerah yang berdaya saing;
Kedua, memperluas pelayanan kesehatan dan jaminan sosial yang lebih inklusif, terjangkau, dan mudah diakses;
Ketiga, menghadirkan pendidikan partisipatif, dan tepat sasaran; berkualitas yang merata,
Keempat, mewujudkan kesejahteraan sosial, kesetaraan akses, serta kualitas hidup yang berkeadilan dan madani bagi seluruh lapisan Masyarakat; dan
Kelima, mewujudkan pembangunan berkelanjutan melalui pengelolaan sumberdaya alam dan manusia yang bijak serta pemenuhan Hak Asasi Manusia (HAM) untuk menciptakan masa depan yang inklusif. (TIM/RN)







