RADARNTT, Kalabahi – Kelompok pengrajin bambu, seni pahat dan ukir juga seni lukis di Kabupaten Alor Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus menjadi perhatian dan mendapat dukungan dari Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Alor untuk terus berkreasi meningkatkan bakat dan kemampuan dibidang pahat, ukir, lukis dan ayaman dari bambu untuk kemajuan budaya di Kabupaten Alor.
Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Alor Sophia Benni Loro mengatakan demikian kepada media ini di sela-sela kegiatan bersama kelompok pengrajin bambu, Jumat (6/9/2024).
Sophia menjelaskan, kegiatan tersebut diikuti beberapa kelompok pengrajin bambu, juga ukir dan lukis dari Kecamatan Alor Barat Daya (Abad) dan Alor Timur Laut (ATL).
“Kelompok kelompok ini punya bakat dibidang ayaman bambu, anyaman tas dari sabut kelapa, kursi meja dari bambu, dan perhiasan dari tempurung kelapa dan kayu, juga seni ukir kayu dan seni Lukis. Mereka punya bakat kita harus dukung untuk memajukan dan mempertahankan budaya kita,” sebutnya.
Kelompok pengrajin bambu ini berhasil membuat moko dari ayaman bambu, ikan dari ayaman bambu, kursi meja dari bambu, tempat siri pinang dari bambu, tas dari sabut kelapa, perhiasan dari tempurung kelapa dan kayu, juga patung dari bambu.
Sementara kegiatan non fisik seperti mempertahankan lagu lagu daerah dan musik daerah dari bambu, menurut Sophia akan dilaksanakan di tahun 2025 yang akan datang.
“Untuk lagu-lagu daerah dan musik tradisional daerah dari bambu kita akan prioritaskan di tahun depan dalam bidang kesenian menjadi muatan lokal untuk diajarkan di sekolah-sekolah sehingga kita tidak lupa lagu daerah maupun musik tradisional kita dari bambu ” jelas Sophia. (NB/RD)







