RADARNTT, Larantuka – Pengurangan risiko bencana atau disaster risk reduction adalah segala tindakan yang dilakukan untuk mengurangi kerentanan dan meningkatkan kapasitas terhadap jenis bahaya tertentu atau mengurangi potensi jenis bahaya tertentu.
Pengurangan Risiko Bencana (PRB) sebagai usaha sistematis untuk mengidentifikasi, mengkaji dan mengurangi risiko bencana dalam rangka mengurangi kerentanan-kerentanan sosial-ekonomi terhadap bencana dan menangani bahaya-bahaya lingkungan maupun bahaya-bahaya lainnya yang menimbulkan kerentanan.
Untuk menerapkan PRB dalam pembangunan, Bupati dan Wakil Bupati Flores Timur Terpilih Antonius Doni Dihen dan Ignasius Boli Uran (ADDIBU) memberi fokus perhatian penanganan lansung korban bencana erupsi Lewotobi Laki-laki bersama stakeholders terkait sembari menyiapkan sistem kesiapsiagaan bencana secara komprehensif termasuk pengarusutamaan PRB dalam setiap kebijakan pembangunan.
“Sekarang kita fokus penanganan langsung dalam koordinasi dengan stakeholders terkait atas korban bencana erupsi gunung Lewotobi Laki-laki. Sembari terus belajar dari bencana itu untuk membangun sebuah sistem kesiapsiagaan bencana yang lebih komprehensif termasuk memperkuat pemgarusutamaan PRB dalam setiap kebijakan pembangunan,” kata Anton Doni Dihen, Rabu (18/12/2024).
Menurut Anton Doni, tindakan mitigasi, tanggap darurat dan rehabilitasi bencana dilaksanakan bersama berbagai pihak saat ini dan tak lupa menyiapakan upaya sadar yang terintegrasi dan holistik dalam perspektif PRB spesifik lokal. Hal ini urgen dan mendesak karena kondisi faktual Kabupaten Flores Timur yang belum usai penderitaan erupsi gunung Lewotobi Laki-laki dan masih ada berbagai potensi bencana.
“Flores Timur sebagai salah satu daerah rawan bencana di Provinsi Nusa Tenggara Timur, perlu memiliki kesiapsiagaan bencana yang komprehensif dan holistik,” ujar Anton Doni Dihen.
Menurutnya, penyelenggaraan pengurangan risiko bencana dapat dimulai dari tingkat Desa/Kelurahan. Mengaktifkan Forum PRB sebagai wadah rembug desa, pengkajian dan pembelajaran, membagi pengalaman dalam hal penanggulangan bencana.
Untuk memfasilitasi pengarusutamaan pengurangan risiko bencana ke dalan rencana pembangunan di desa. Memotivasi terwujudnya partisipasi semua pemangku kepentingan untuk melakukan pengurangan risiko bencana
Membangun koordinasi dengan semua pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana di semua wilayah Kabupaten Flotim.
“Untuk terlibat dalam pelaksanaan penanganan kedaruratan bencana dan rehabilitasi/rekonstruksi pasca bencana,” tandasnya.
Ketua Forum PRB Flores Timur, Januarius Yawa Bala mengatakan Forum PRB Flotim mendapat legalisasi dengan Surat Keputusan (SK) Bupati.
SK itu memberi ruang dan kesempatan secara legal untuk Forum PRB bisa berperan dan berpartisipasi dalam urusan publik.
“Banyak kegiatan yang sudah dilakukan Forum PRB Flores Timur,” kata Januar.
Untuk diketahui, Forum PRB dan Pemerintah Daerah Flores Timur, pernah melakukan loka karya pengurangan risiko bencana.
Kegiatan dengan tujuan mensinkronkan rencana kerja tanggap isu perubahan iklim dan risiko bencana berlangsung di Aula Liberti Training Center Kantor YPPS, Kelurahan Waibalun, Kecamatan Larantuka pada medio 2022 silam.
Melansir antaranews, Badan Geologi memetakan setidaknya ada tiga desa di Flores Timur, yang harus mengantisipasi potensi banjir lahar dingin Gunung Lewotobi Laki-laki karena dialiri oleh sungai yang berhulu dari puncak gunung api itu.
Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid di Jakarta, mengatakan bahwa banjir lahar dingin atau lahar hujan berpotensi terjadi ketika hujan berintensitas sedang hingga deras mengguyur puncak Gunung Lewotobi yang diyakini menahan banyak endapan material vulkanik.
Bila kondisi tersebut terjadi, maka ketiga desa seperti Desa Dulipali dan Nobo di Kecamatan Ile Bura, dan Desa Padang Pasir di Kecamatan Wulanggintang sekitarnya diminta oleh tim vulkanologi dan mitigasi bencana Badan Geologi untuk mengantisipasinya.
“Sebagaimana rekomendasi yang diberikan diminta tidak ada aktivitas apapun di lokasi tersebut,” ujarnya.
Menurut dia, hal ini dikarenakan desa tersebut dilintasi oleh aliran sungai yang berhulu dari puncak Gunung Lewotobi Laki-laki dan air yang bercampur material lahar akan turun hingga memperbesar dampak yang ditimbulkan di hilir.
“Sudah kami sampaikan peringatannya dan akan terus mengawasinya berkoordinasi dengan tim di lapangan, terlebih kawasan itu berada pada radius tujuh kilometer dari kawah utama,” imbuhnya. (TIM/RN)









