Tepat Waktu

oleh -189 Dilihat
banner 468x60

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Pidato Kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Plong! Itulah perasaan ”pasar uang” setelah Presiden Prabowo berpidato di depan sidang pleno MPR kemarin.

Tidak ada kejutan yang mengagetkan pasar uang.

Tambang ilegal memang masih disorot tajam: bongkar saja kalau ada jenderal yang mem-backing-i 1000 Tambang ilegal.

Rupanya suara-suara bahwa di balik tambang ilegal selalu ada pundak berbintang sampai juga ke telinga presiden.

Meski badan tidak lebih langsing, tapi Presiden Prabowo terlihat sangat sehat. Wajahnya segar. Apalagi dengan jas biru tua, baju biru muda, dan dasi warna biru pertengahan antara birunya hem dan birunya jas.

Yang sukses melangsingkan badan adalah Presiden SBY. Sampai pakaiannya terasa kebesaran. “Bapak langsing sekali,” bisik saya kepada beliau saat bertemu tahun lalu. “Terima kasih,” jawabnya lirih. “Baiknya bapak ganti ukuran baju,” bisik saya lagi.

Sebenarnya saya ingin mengamati baju Presiden SBY di sidang pleno MPR kemarin: sudah pakai ukuran yang lebih kecil atau belum. Ternyata beliau tidak hadir. Bu Mega juga tidak hadir. Padahal biasanya bergantian siapa di antara keduanya yang tidak hadir.

Ternyata Pak SBY sedang di luar negeri. Toh sudah ada putranya, Menko Agus Harimurti Yudhoyono. Sedang Presiden Megawati beralasan karena ada ”acara lain”. Toh sudah ada putrinyi, Puan Maharani yang juga ketua DPR.

Hanya Presiden Jokowi yang hadir. Juga terlihat sangat sehat. Sedang putranya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, duduk di tempat selayaknya seorang wakil presiden. Ia bangkit dari tempat duduknya saat Presiden Prabowo menyapa namanya di urutan pertama.

Tentu banyak yang waswas: jangan-jangan Presiden Prabowo lupa bahwa kemarin itu hari Jumat. Pidatonya tidak boleh melewati pukul 11.45 –mendekati waktu salat Jumat bagi yang muslim. Ternyata Presiden Prabowo tahu itu. Ketika pihak protokol memberi kode bahwa waktu pidatonya hampir habis Presiden Prabowo merespons: ”azannya pukul 12.00. Sekarang masih pukul 11.40”.

Presiden memang diingat sering berimprovisasi dalam berpidato sehingga lebih panjang dari jadwal.

Presiden yang pidatonya paling tertib adalah Soeharto. Bisa dipastikan tidak lebih satu menit pun. Akibatnya sering dianggap terasa monoton.

Presiden SBY juga tergolong tertib acara. Tertib jadwal.

Kelihatannya ”gaya Amerika” mulai dimasukkan dalam pidato tahunan Presiden Prabowo kali ini. Di Amerika sudah jadi kebiasaan: beberapa ”orang biasa” jadi tamu VIP. Lalu di tengah-tengah pidatonya Presiden menyebut nama rakyat kecil yang sedang dipahlawankan itu. Nama yang disebut pun berdiri. Hadirin bertepuk tangan riuh. Lalu Presiden menguraikan secara singkat jasa besar orang biasa itu.

Di sana ada kebiasaan tahunan: Presiden berpidato di depan Kongres –gabungan antara House of Representative dan Senat –mirip DPR dan DPD di Indonesia. Hanya saja, di sana, Senat punya kekuasaan jelas dan nyata. Di Indonesia DPD masih berjuang untuk bisa seperti Senat –kekuasaannya.

Di Amerika pidato tahunan itu biasanya di awal tahun: lebih sering di bulan Februari. Itu semacam laporan presiden mengenai apa yang sudah dilakukan selama setahun dan apa yang akan dilakukan setahun ke depan.

Tentu Presiden Amerika juga membanggakan program apa yang sudah berhasil dicapai. Biasanya anggota Kongres dari partai pendukung memberikan tepuk tangan meriah. Mereka juga sering bertepuk sambil berdiri –standing ovation.

Sebaliknya, setiap kali kisah sukses itu dianggap dilebih-lebihkan –apalagi kalau dianggap nggombal– anggota Kongres dari partai minoritas meneriakkan ‘huuuuu’ sambil mengacungkan tangan dengan jempol ke bawah.

Di pidato Presiden Prabowo kemarin tidak satu pun yang memberikan reaksi ”huuu”. Entah kalau di dalam hati. Sedang ”rakyat biasa” yang jadi tamu VIP semuanya anak kecil. Yakni siswa Sekolah Rakyat –sekolah SD khusus untuk anak orang paling miskin. Baru di zaman Prabowo ada sekolah jenis ini.

Presiden Prabowo memperkenalkan mereka ke sidang pleno. Semua bertepuk tangan. Yang laki-laki bernama Rizky. Kalau berangkat sekolah ia harus naik sepeda puluhan kilometer dengan membawa 30 kg barang yang harus dijual. Sebelum dimasukkan sekolah rakyat Rizky belum bisa membaca dan berhitung.

Siswa yang perempuan dari Majene, Sulsel: Dewi Lestari. Anak ini dipuji Presiden sebagai juara karate tingkat kabupaten. Umurnyi baru 10 tahun. “Pacarannya kelak kalau sudah ban hitam ya,” pinta Presiden. “Agar tidak ada yang berani ganggu kamu,” tambahnya bernada gurau. Di usianyi itu Dewi harus bekerja keras karena ibunyi penderita disabilitas.

Presiden memang ngotot agar Sekolah Rakyat seperti itu berdiri di setiap kabupaten. Presiden juga banyak membangun SMA Unggulan ”Garuda” dan SMA International sebagai peningkatan dari SMA yang sudah ada.

Presiden juga memuji sejumlah BUMN yang labanya naik drastis, ada yang sampai 900 persen. Misalnya PT Timah. Berarti pembenahan pertimahan –termasuk pembongkaran korupsi di tambang ilegal di Bangka– sangat berhasil.

Amran Sulaiman menjadi bintang pujian karena program pangannya dinilai sangat sukses. Termasuk turunnya harga pupuk sampai 20 persen –padahal laba PT Pupuk Indonesia naik 200 persen.

Banyak yang menggembirakan dari pidato tahunan Presiden Prabowo. Terutama soal durasinya yang tepat waktu.

Sabtu, 15 Agustus 2026

Oleh: Dahlan Iskan

Sumber: Catatan Dahlan Iskan

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.