Usung Agenda Reformasi Birokrasi, Akademisi Unwira Kupang sebut Ima Blegur Tokoh Nasional Visioner

oleh -2559 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Kalabahi – Akademisi FISIP Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang, Apolonaris Gai menyebut figur Imanuel Ekadianus Blegur (Ima Blegur) adalah tokoh Nasional yang hebat dan sangat visioner, rugi kalau masyarakat tidak memberi kesempatan orang baik memimpin kabupaten Alor.

“Saya kenal baik kakak Ima Blegur. Tokoh Nasional yang hebat dan sangat visioner. Rugi kalau peluang kader Alor yang bagus tidak diberi ruang politik untuk menjadi kepala daerah di Kabupaten Alor,” tutur Aris Gai, sapaanya. Sabtu (27/7/2024) via seluler.

Dia meyakini, Ima Blegur mempunyai visi besar memajukan daerah kelahirannya kabupaten Alor yang diimpikan selama ini, termasuk melalui agenda reformasi birokrasi sebagai langkah strategis membangun sistem birokrasi yang melayani masyarakat bukan melayani bupati.

“Bagi saya reformasi birokrasi sebuah keharusan untuk menghadirkan pelayanan publik yang prima dan akuntabel,” kata Aris Gai.

Menurutnya, merit sistem yang ditekankan bakal calon Bupati Alor Ima Blegur adalah syaratnya wajib dalam menata birokrasi karena ada penghematan keuangan daerah.

“Lebih baik postur anggaran lebih besar diorientasikan ke bidang pembangunan daripada operasional atau belanja pegawai,” tegasnya.

Aris Gai mengungkapkan, struktur birokrasi pemerintah kabupaten yang gemuk akan memakan biaya operasional yang tinggi, sehingga minim belanja langsung ke publik.

“Maka birokrasi harus miskin struktur tapi kaya fungsi akan lebih baik,” imbuhnya.

Sebelumnya, Ima Blegur mengungkapkan bahwa reformasi birokrasi menjadi agenda prioritas pertama dalam menyelesaikan sejumlah problematika pembangunan kabupaten Alor.

Birokrasi merupakan motor utama penggerak pembangunan dan memiliki fungsi strategis untuk melaksanakan pelayanan kepada masyarakat.

Birokrasi juga dituntut untuk terus meningkatkan kualitas dan kapasitasnya menuju birokrasi kelas dunia. Oleh karena itu, birokrasi harus bersifat dinamis dan siap menghadapi perubahan.

Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin pernah menegaskan membangun birokrasi kelas dunia. Birokrasi dengan DNA baru yang memiliki kualifikasi dan kapasitas baru, cara kerja baru yang lebih inovatif, adaptif, dan responsif.

“Mari kita membangun birokrasi kelas dunia. Birokrasi dengan DNA baru yang memiliki kualifikasi dan kapasitas baru, cara kerja baru yang lebih inovatif, adaptif, dan responsif. Birokrasi yang siap menghadapi lingkungan dinamis dengan pendekatan yang proaktif serta tidak alergi dengan perubahan,” tegas Wapres Ma’ruf Amin ketika membuka acara Rapat Koordinasi Penyederhanaan Birokrasi beberapa tahun silam.

Wapres mengimbau peningkatkan kualitas SDM aparatur. Melakukan kolaborasi kerja (collaborative working) mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan sampai dengan pengawasan dan pengendalian program/kegiatan.

“Birokrasi harus mampu melakukan berbagai inovasi dalam melaksanakan pelayanan kepada masyarakat secara cepat, mudah, murah sekaligus akuntabel,” imbaunya.

Wapres menilai, agar birokrasi dapat bekerja secara efisien dan proaktif dalam mengatasi permasalahan yang semakin kompleks, diperlukan struktur yang proporsional sesuai kebutuhan.

“Sesuai arahan Presiden, bahwa dalam rangka mempercepat proses pengambilan keputusan yang berkualitas, jalur birokrasi dipersingkat dengan pemangkasan hirarki dan level eselonisasi pejabat struktural menjadi dua level saja, dan mengganti dengan jabatan fungsional yang menghargai keahlian dan kompetensi,” tutur Wapres. (TIM/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.